Kalimantan Tengah, Dorlanhikmah.com – Puluhan relawan Barisan Ansor Serbaguna atau Banser padamkan karhutla Kalteng yang terus merebak di berbagai wilayah rawan kebakaran. Mereka menyisir titik kobaran api di Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, hingga Kabupaten Kotawaringin Barat.
Pihak organisasi menerjunkan sekitar 10 sampai 30 personel relawan setiap hari secara teratur ke lokasi kebakaran. Kepala Satuan Khusus Satkornas Banser Penanggulangan Bencana (Bagana) Mahdani Hamzah mengonfirmasi langsung pengerahan regu penyelamat tersebut.
Mahdani menegaskan keterlibatan berbagai elemen satuan lapangan dalam menjalankan misi solidaritas kemanusiaan ini. Unsur Banser Penanggulangan Kebakaran (Balakar) serta unit khusus lain saling bergantian mengendalikan amukan si jago merah.
Para petugas di lapangan menghadapi ujian berat akibat minimnya kelengkapan sarana pendukung pemadaman. Mereka terpaksa memanfaatkan perlengkapan darurat seadanya demi menjinakkan lidah api yang membakar semak belukar gambut.
Relawan di garis depan hanya mengandalkan mesin penyedot air jenis alkon sederhana. Mereka bahkan hanya memakai masker medis biasa saat menembus kepulan asap tebal yang membahayakan pernapasan.
Kondisi serbaterbatas tersebut mendorong pimpinan pusat merancang skema operasional yang jauh lebih terpadu. Langkah koordinasi intensif bersama lintas sektor terus berjalan demi meringankan penderitaan warga terdampak bencana kabut asap.
Pengurus GP Ansor dan lembaga terkait kini mematangkan strategi aksi tanggap darurat berskala nasional. Pola penanganan terpusat ini bertujuan meningkatkan efektivitas perlindungan warga di seluruh kawasan rawan bencana.
Mahdani juga mengingatkan seluruh anggotanya agar senantiasa mendahulukan keselamatan jiwa selama bertugas di lapangan. Pihaknya mewajibkan pemakaian alat pelindung diri lengkap demi mencegah risiko cedera fatal akibat kobaran api.
Relawan Tarik Selang Satu Kilometer Menembus Titik Api
Wakil Kepala Satuan Koordinasi Wilayah Banser Kalimantan Tengah Wahyudi menegaskan panggilan persaudaraan kebangsaan menggerakkan langkah para relawan. Jiwa kemanusiaan mendorong mereka terus berjuang kendati ancaman bahaya api sewaktu-waktu mengepung posisi regu.
Jumlah titik panas di kawasan hutan terus bertambah dan belum menunjukkan tanda padam total. Para anggota menyiasati keterbatasan fisik serta waktu kerja lewat pembagian jadwal piket lapangan bergilir.
Regu penyelamat terus memperkuat sinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta jajaran dinas pemadam kebakaran. Kerja sama terpadu antarpetugas menjadi kunci utama membendung lonjakan sebaran asap pekat ke permukiman.
Akses jalan yang tertutup rawa serta pepohonan lebat menjadi tantangan fisik paling menguras tenaga anggota. Keterbatasan prasarana pompa memaksa personel menarik selang air manual hingga sejauh satu kilometer ke titik api.
Medan berlumpur tebal dan semak belukar tajam semakin memperlambat pergerakan mesin operasional pembasahan gambut. Para relawan tetap mengalirkan semprotan air tanpa henti demi mendinginkan bara gambut yang tersembunyi di bawah tanah.
Kondisi lapangan yang semakin kritis membutuhkan percepatan dukungan logistik serta peralatan taktis berkekuatan tinggi. Ketiadaan armada pompa berdaya jangkau jauh terus membatasi ruang gerak regu pemadam saat memotong jalur api liar.
Wahyudi Minta Dukungan Nyata Pemerintah Pusat Serta Daerah
Wahyudi mendesak jajaran pemerintah daerah dan instansi pusat menyalurkan bantuan fasilitas teknis tambahan secara cepat. Langkah konkret penguatan armada pemadam akan mempercepat penuntasan bencana kabut asap yang mencekik aktivitas harian masyarakat.
Kehadiran peralatan penyemprot modern dan selang bertekanan tinggi sangat menentukan keberhasilan operasi pendinginan lahan gambut. Kesiapan armada memadai dapat memangkas waktu kerja regu sekaligus menekan risiko paparan gas beracun.
Masyarakat lokal kini menaruh harapan besar pada ketegasan pemangku kebijakan dalam menuntaskan krisis lingkungan menahun ini. Kebakaran lahan gambut yang berulang setiap musim kemarau terus merugikan sektor perekonomian dan pendidikan anak-anak.
Wahyudi optimistis kolaborasi pemerintah bersama relawan sanggup menuntaskan pemadaman api hingga tuntas ke lapisan terdalam tanah. Seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah menanti langkah penyelamatan nyata agar langit kembali bersih dari kabut asap.(ust)







Komentar