Menag Nasaruddin Umar Dukung Dompet Dhuafa Kirim Ratusan Dai ke Pelosok 3T

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(poto: kemenag.go.id).

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(poto: kemenag.go.id).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendukung penuh penguatan dakwah Islam moderat Indonesia melalui penugasan mubaligh Dompet Dhuafa ke wilayah 3T dan mancanegara. Ia menegaskan langkah ini penting agar nilai keberagamaan Indonesia menjadi rujukan pencerahan bagi masyarakat dunia.

Menag menyampaikan apresiasi tersebut saat menerima audiensi perwakilan pengurus Dompet Dhuafa di Jakarta pada Rabu (14/10/2026). Pertemuan strategis ini membahas perluasan jangkauan syiar keagamaan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar Nusantara.

Pihak Dompet Dhuafa juga memaparkan rencana pemberangkatan juru dakwah ke 15 negara lintas benua. Program internasional ini bakal bergulir penuh mulai Februari hingga Maret 2027 mendatang.

Negara tujuan mencakup Prancis, Inggris, Jerman, Jepang, Korea Selatan, hingga kawasan Filipina. Kehadiran para mubaligh bertujuan melayani kebutuhan ibadah sekaligus memfasilitasi pembinaan keagamaan masyarakat diaspora Indonesia.

Periode penugasan tersebut bertepatan langsung dengan momentum bulan suci Ramadan tahun depan. Para dai akan mendampingi komunitas pekerja migran hingga para mahasiswa perantauan selama menjalankan ibadah puasa.

Syiar Islam Moderat Menjangkau Kawasan 3T Nusantara

Pemerintah terus mendorong kolaborasi lembaga amil zakat untuk memperkuat pelayanan keagamaan di daerah pelosok. Menag menilai kehadiran dai di wilayah perbatasan menghadirkan solusi nyata bagi pembinaan akhlak umat.

Baca Juga :  PBNU dan BAZNAS Siapkan Pemimpin Global Lewat Beasiswa Peradaban

Ia mengajak seluruh jajaran Dompet Dhuafa memegang teguh prinsip moderasi beragama dalam menjalankan setiap agenda lapangan. Nilai moderasi ini mencerminkan identitas sejati masyarakat Indonesia yang senantiasa menjunjung tinggi perdamaian.

Nasaruddin menegaskan bahwa pemahaman moderat menolak keras cara pandang ekstrem, baik paham liberal maupun paham radikal. Sikap tengah ini menjadi benteng utama dalam menjaga kerukunan umat beragama di tanah air.

Kementerian Agama memastikan dukungan penuh terhadap agenda pemberdayaan dakwah yang menyasar masyarakat pedalaman. Program penempatan dai ini diharapkan mampu mengikis ketimpangan akses pembinaan rohani di wilayah terluar.

Lembaga filantropi Islam memegang peranan krusial sebagai mitra strategis pemerintah dalam pemerataan syiar keagamaan. Kehadiran mubaligh di kawasan 3T sekaligus membentengi masyarakat dari infiltrasi paham keagamaan yang memecah belah.

Perkuat Dakwah Internasional Bersama Mitra Strategis Luar Negeri

Penguatan dakwah di luar negeri mengemban misi diplomatik penting guna memperkenalkan wajah Islam nusantara yang damai. Nasaruddin optimistis syiar keagamaan ini membuka mata publik global mengenai indahnya toleransi beragama di Indonesia.

Baca Juga :  Dompet Dhuafa Terjunkan Tim Kemanusiaan ke Lokasi Gempa Bumi Nagekeo NTT

Melalui program ini, masyarakat internasional dapat memetik pelajaran berharga tentang tata kelola harmoni sosial berbasis nilai keislaman. Menag menaruh harapan besar agar masyarakat dunia menjadikan Indonesia sebagai kiblat pembelajaran Islam yang mencerahkan.

Nasaruddin menggarisbawahi perlunya sinergi terpadu antara pengelola lembaga dakwah dan jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Pihak KBRI di berbagai negara tujuan siap memfasilitasi pergerakan dakwah agar tepat sasaran bagi warga negara Indonesia.

Selain perwakilan diplomatik, Masjid Istiqlal Jakarta turut mengambil peran strategis dalam mendukung pembinaan umat di kancah mancanegara. Kolaborasi lintas lembaga ini mengoptimalkan pelayanan ibadah bagi diaspora dan kelompok pelajar Indonesia di perantauan.

Pemerintah meyakini jejaring dakwah global ini memperkuat posisi tawar Indonesia dalam kancah peradaban dunia modern. Sinergi Kemenag dan Dompet Dhuafa membuktikan komitmen nyata dalam mengabdi bagi kemaslahatan umat manusia tanpa sekat batas negara.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB