Jakarta, dorlnhikmah.com – Penghulu Ahli Muda KUA Setiabudi Muhammad Zidni Ilmi membagikan strategi konten KUA era digital kepada jajaran penghulu dan penyuluh. Ia menyampaikan pemikiran tersebut dalam kegiatan Humas KUA Level Up yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.
Humas KUA era sekarang tidak boleh lagi sebatas menyampaikan informasi rutin kepada masyarakat. Lembaga keagamaan ini harus hadir bercerita dan mengelola komunikasi publik secara kreatif untuk membangun kepercayaan.
Zidni mengenalkan tujuh prinsip utama pengelolaan komunikasi publik yang terangkum dalam konsep LEVEL UP. Prinsip tersebut meliputi Listen, Engage, Value, Express, Leverage, Understand, hingga Prove.
Langkah tersebut mendorong ASN KUA mendengarkan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Pengelola kehumasan juga perlu menunjukkan bukti kinerja pelayanan publik secara transparan.
Langkah Tepat Membangun Kepercayaan Masyarakat Luas
Pengelola konten kehumasan harus menyajikan unsur rasa ingin tahu dan manfaat langsung bagi audiens. Unsur kejutan, keunikan, emosi, serta cerita manusiawi menjadi pemicu utama agar konten tersebar luas.
Zidni mengingatkan para peserta agar tidak mengejar status viral sebagai tujuan utama pembuatan konten. Fenomena viral hanyalah bentuk amplifikasi atas manfaat pesan yang berhasil diterima publik.
Alur komunikasi publik KUA harus berfokus agar masyarakat memahami informasi dan merasa terbantu. Pembuat konten perlu menentukan topik khusus seperti pernikahan, konsultasi keluarga, hingga zakat dan wakaf.
Tiga detik pertama menjadi kunci utama dalam memikat perhatian penonton di media sosial. Pembuat konten wajib menyajikan satu pesan utama, menampilkan sosok manusia, dan mengandalkan contoh nyata.
Penggunaan Perangkat Sederhana Menjaga Integritas ASN
Pembuatan konten berkualitas tidak membutuhkan peralatan mahal yang memberatkan pengelola media sosial KUA. Penghulu cukup memanfaatkan ponsel pintar, mikrofon, dan tripod dengan hasil audio yang jernih.
Konten kehumasan digital terbagi ke dalam lima kategori utama yang meliputi informasi, edukasi, dan inspirasi. Kategori lainnya mencakup cerita humanis serta sajian hiburan ringan seperti kuis atau cerita di balik layar.
ASIN KUA wajib menjaga integritas digital dengan menyajikan informasi akurat dan bersikap netral. Pengelola media sosial harus melindungi data pribadi warga seperti NIK dan dokumen kependudukan.
Pengambilan foto maupun video warga harus mendapatkan izin tanpa mengeksploitasi kesedihan masyarakat demi popularitas. Konten yang tayang harus lulus pemeriksaan etika, kejujuran, dan keamanan privasi.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar mendukung penuh langkah kreatif tersebut. Ia meminta humas KUA menonjolkan program unggulan yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.(ust)







Komentar