Jakarta, dorlanhikmah.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta lulusan IAIN Ternate adaptif dalam menghadapi perkembangan zaman saat ini. Beliau menyampaikan pesan penting tersebut secara daring di hadapan 523 wisudawan dan wisudawati.
Gelar sarjana ini menjadi langkah awal bagi seluruh lulusan untuk mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat. Menag mendorong para alumni agar melengkapi bekal akademik mereka dengan berbagai keterampilan praktis.
Tingkatkan Keterampilan Dan Pemikiran Adaptif Di Era Digital
Para wisudawan perlu membekali diri dengan kemampuan yang beragam agar mampu bersaing secara global. Pemikiran yang fleksibel dan responsif menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan era modern.
Menag berharap alumni kampus keagamaan ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar mereka. Ilmu pengetahuan selama masa perkuliahan harus menjelma menjadi aksi konkret yang bermanfaat bagi banyak orang.
Kampus bukan sekadar tempat terisolasi yang berdiri menjulang tanpa memedulikan kondisi sosial di sekitarnya. Sebaliknya, lembaga pendidikan tinggi berfungsi sebagai instrumen perjuangan untuk membela hak-hak masyarakat luas.
Menag mengapresiasi para mahasiswa dan alumni yang terus konsisten memberikan teladan baik di tengah publik. Dedikasi seluruh sivitas akademika menjadi fondasi kuat dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kampus.
Jaga Perdamaian Dan Toleransi Demi Kemajuan Kawasan Timur
Kehidupan yang damai dan rukun menjadi syarat mutlak bagi lahirnya generasi yang produktif serta inovatif. Menag mengingatkan bahwa konflik di berbagai belahan dunia sangat mengganggu perkembangan peradaban manusia.
Masyarakat yang hidup dalam suasana tenang memberikan ruang luas bagi bertumbuhnya para ilmuwan sejati. Kondisi aman di Indonesia mendorong lahirnya para akademisi serta sosok arif yang membangun bangsa.
Pemerintah berharap semakin banyak warga Ternate yang mengenyam pendidikan tinggi untuk mengembangkan potensi diri. Langkah ini penting untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas dari kawasan Indonesia Timur.
Wilayah Maluku Utara kini memegang posisi yang makin strategis di mata dunia internasional. Kekayaan alam melimpah serta wilayah kepulauan yang indah menjadi modal besar bagi masa depan kawasan ini.
Sektor pariwisata, pusat perdagangan, dan pusat peradaban baru berpeluang besar tumbuh pesat di wilayah ini. Potensi luar biasa tersebut membutuhkan kesiapan para sarjana muda untuk mengelolanya secara optimal.
Masyarakat Maluku Utara juga menunjukkan keterbukaan luar biasa dalam menerima berbagai perbedaan latar belakang sosial. Sikap toleransi yang tinggi ini menjadi gambaran utuh dari kepribadian bangsa Indonesia yang sejati.(ar)









Komentar