Jakarta, dorlanhikmah.com – Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz siap memimpin Nahdlatul Ulama untuk masa lima tahun ke depan. Sosok yang akrab disapa Gus Kikin ini berkomitmen membawa organisasi berkhidmah secara penuh demi kemaslahatan umat.
Ia menyampaikan pesan penting tersebut saat memberikan pidato perdana tepat dua jam setelah resmi mengemban amanah baru. Gus Kikin menegaskan tekadnya untuk membawa PBNU kembali berpegang teguh pada tuntunan utama Qanun Asasi.
Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari merumuskan ajaran Qanun Asasi tersebut sebagai pilar dasar organisasi sejak awal masa berdirinya. Penutupan Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur menjadi panggung penyampaian komitmen tersebut.
Acara penutupan yang berlangsung pada Senin 31 Agustus 2026 tersebut mendapat perhatian luas melalui siaran langsung TV NU. Para kiai dan ulama dari berbagai pelosok negeri menyaksikan penutupan muktamar yang penuh dengan suasana khidmat ini.
Kembali Menguatkan Landasan Utama Qanun Asasi Nahdlatul Ulama
Gus Kikin menilai keberadaan Qanun Asasi berhasil mendorong pesatnya laju perkembangan jam’iyyah Nahdlatul Ulama pada masa-masa awal berdiri. Penerapan nilai-nilai luhur tersebut sangat relevan untuk memandu langkah perjalanan NU dalam menapak abad kedua.
Ia memandang impelementasi kembali panduan dasar tersebut di era modern sebagai langkah rasional yang sangat mungkin terwujud. Pengasuh ke-8 Ponpes Tebuireng Jombang ini mengajak seluruh pengurus untuk bersama-sama menjaga identitas sejarah perjuangan organisasi.
Cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari ini membuka kembali ingatan sejarah mengenai betapa pentingnya posisi NU pada zaman pemerintahan Belanda. Rekam jejak perjuangan para ulama pendahulu memberikan teladan nyata tentang kontribusi besar organisasi bagi bangsa Indonesia.
Memasuki abad kedua, ia menyadari bahwa NU memiliki basis massa yang sangat besar dan tersebar luas di seluruh penjuru negeri. Kekuatan akar rumput yang kokoh tersebut harus menjadi modal utama dalam menggalang semangat persaudaraan antarsesama warga.
Memperkokoh Basis Akar Rumput Demi Persaudaraan Bangsa Indonesia
Gus Kikin meyakini bahwa konsolidasi basis massa yang efektif mampu menghadirkan suasana kehidupan masyarakat yang lebih tenang dan tenteram. Gerakan bersama dari tingkat bawah akan membentuk tatanan sosial yang jauh lebih guyub serta harmonis.
Seluruh jajaran pengurus dan warga NU perlu memantapkan barisan agar organisasi tumbuh menjadi wadah yang lebih bersatu dan solid. Penguatan kebersamaan tersebut bertujuan utama untuk memaksimalkan pelayanan tulus demi kepentingan dan kemakmuran seluruh masyarakat.
Pemimpin PBNU ini memanjatkan doa tulus agar segala niat baik dan ikhtiar organisasi senantiasa memperoleh ridha Allah SWT. Harapan tinggi ini menjadi pijakan awal bagi kepengurusan baru dalam mengarungi dinamika kepemimpinan selama lima tahun mendatang.
Proses penetapan Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 ini berlangsung secara mufakat melalui mekanisme musyawarah yang sangat sejuk. Sembilan kiai terpilih dalam badan legislatif Ahlul Halli wal Aqdi menyepakati keputusan penting tersebut untuk kemajuan jam’iyyah.(ust)










Komentar