Niat Puasa Muharram, Tasu’a, Asyura Lengkap dan Keutamaan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Niat puasa Muharram, Tasu’a, Asyura lengkap Arab, latin, arti, hukum, dan keutamaannya( ilustrasi poto ; BAZNAS )

Niat puasa Muharram, Tasu’a, Asyura lengkap Arab, latin, arti, hukum, dan keutamaannya( ilustrasi poto ; BAZNAS )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Umat Islam memperbanyak ibadah saat memasuki tahun baru Hijriah dengan mengamalkan niat puasa bulan Muharram karena bulan ini termasuk waktu yang Allah muliakan.

Banyak umat Muslim memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ketakwaan melalui ibadah puasa sunnah, termasuk Tasu’a dan Asyura yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.

Puasa Muharram tidak hanya menjadi ritual ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembersihan diri dan peningkatan spiritual.

Umat Islam menjalankan puasa ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang sangat menganjurkannya.

Muharram, Bulan Mulia dalam Kalender Islam

Allah SWT menempatkan Muharram sebagai salah satu bulan haram (asyhurul hurum). Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah dan menghindari perbuatan dosa.

Bulan Muharram menandai awal tahun Hijriah yang menjadi momen refleksi spiritual bagi umat Islam di seluruh dunia. Banyak ulama menjelaskan bahwa amal kebaikan pada bulan ini memiliki nilai pahala yang lebih besar dibanding bulan lainnya selain Ramadan.

Al-Qur’an menegaskan keutamaan bulan-bulan haram dalam firman Allah:

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan…” (QS. At-Taubah: 36)

Ayat ini menegaskan bahwa Allah menetapkan waktu-waktu tertentu sebagai momen khusus untuk meningkatkan ibadah.

Hukum Puasa Muharram dalam Islam

Para ulama sepakat bahwa puasa Muharram termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Rasulullah SAW bahkan menyebutnya sebagai puasa paling utama setelah Ramadan.

Dalam hadis sahih riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim)

Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan keutamaan besar puasa Muharram dibandingkan puasa sunnah lainnya. Ia menegaskan bahwa sebaiknya umat Islam memperbanyak puasa di bulan ini sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah.

Baca Juga :  Pandangan Empat Mazhab Tentang Qunut Subuh dan Hukum Sujud Sahwi Jika Ditinggalkan

Niat Puasa Muharram Lengkap

Dalam ibadah puasa, niat menjadi syarat penting yang menentukan sah atau tidaknya ibadah. Umat Islam membaca niat di malam hari hingga sebelum fajar.

Niat Puasa Muharram

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma al-Muharrami lillāhi ta‘ālā
Arti:
“Saya berniat puasa Muharram karena Allah Ta’ala.”

Umat Islam dapat melafalkan niat ini secara lisan atau cukup di dalam hati sesuai pendapat mayoritas ulama.

Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram)

Puasa Tasu’a dilakukan pada tanggal 9 Muharram sebagai bentuk pendamping puasa Asyura. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk membedakan diri dari kebiasaan kaum lain yang hanya berpuasa di hari Asyura.

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma Tāsū‘ā-a lillāhi ta‘ālā
Arti:
“Saya berniat puasa Tasu’a karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

Puasa Asyura menjadi salah satu puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar karena dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lalu.

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ‘Āsyūrā-a lillāhi ta‘ālā
Arti:
“Saya berniat puasa Asyura karena Allah Ta’ala.”

Ulama menjelaskan bahwa niat puasa sunnah dapat dilakukan sejak malam hari setelah Magrib hingga sebelum terbit fajar. Namun, sebagian ulama juga membolehkan niat di siang hari selama seseorang belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Pendapat ini menunjukkan kemudahan dalam syariat Islam agar umat tidak terbebani dalam menjalankan ibadah.

Dalil Hadis tentang Puasa Muharram

Rasulullah SAW memberikan penjelasan jelas tentang keutamaan puasa Muharram. Dalam hadis sahih, beliau menyebutkan bahwa Muharram adalah “bulan Allah”, yang menunjukkan kemuliaan khusus.

Selain itu, hadis lain menjelaskan keutamaan puasa Asyura:

“Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjadi dasar kuat bagi umat Islam untuk memperbanyak puasa pada tanggal 10 Muharram.

Baca Juga :  Qurban Jadi Bukti Nyata Cinta dan Ketakwaan kepada Allah

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa puasa pada bulan-bulan haram memiliki nilai spiritual tinggi karena waktu tersebut menjadi momen penyucian jiwa.

Ia menegaskan bahwa Muharram termasuk bulan terbaik untuk memperbanyak puasa setelah Ramadan karena nilai pahala yang berlipat.

Sementara itu, Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Lathaif Al-Ma’arif menyebutkan bahwa puasa Muharram mencerminkan kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah di awal tahun Hijriah.

Hikmah Puasa Tasu’a dan Asyura

Puasa Tasu’a dan Asyura memiliki hikmah mendalam dalam kehidupan umat Islam. Selain menghapus dosa, puasa ini juga melatih kesabaran dan keikhlasan.

Rasulullah SAW menganjurkan puasa Tasu’a agar umat Islam tidak hanya meniru tradisi umat lain, tetapi juga menunjukkan identitas keislaman yang khas.

Kombinasi puasa Tasu’a dan Asyura juga mengajarkan keseimbangan antara ibadah, refleksi diri, dan pembaruan spiritual di awal tahun Hijriah.

Umat Islam memperoleh banyak keutamaan dari puasa di bulan Muharram, di antaranya:

  1. Puasa sunnah paling utama setelah Ramadan.
  2. Penghapus dosa satu tahun melalui puasa Asyura.
  3. Peningkatan ketakwaan dan kedisiplinan diri.
  4. Pahala berlipat di bulan yang dimuliakan Allah.
  5. Kesempatan memperbaiki diri di awal tahun Hijriah.

Keutamaan ini menunjukkan bahwa Muharram bukan hanya bulan biasa, tetapi waktu yang sangat berharga untuk meningkatkan amal ibadah.

Tahun baru Hijriah menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi diri. Umat Islam memanfaatkan bulan Muharram untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Puasa menjadi salah satu cara paling efektif untuk melatih pengendalian diri. Dengan menahan lapar dan dahaga, seorang Muslim belajar kesabaran dan rasa syukur.(ust)

Berita Terkait

Keutamaan Puasa Muharram: 5 Hadits dan Fadilahnya
Macam-Macam Najis dalam Islam: Pengertian, Jenis, dan Cara Menyucikan
Doa Akhir Tahun Hijriyah: Amalan, Lafaz, dan Keutamaannya
Doa Awal Tahun Hijriyah: Arab, dan Makna Lengkap
Hukum Membaca Al-Qur’an di Aplikasi Tanpa Wudhu
Hukum Shalat Orang Bertato dalam Islam Menurut Ulama
Hukum Najis Hukmiyah di Lantai: Dipel atau Disiram?
Hukum Istri Menolak Suami karena Lelah dan Mengantuk
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:00 WIB

Niat Puasa Muharram, Tasu’a, Asyura Lengkap dan Keutamaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:00 WIB

Keutamaan Puasa Muharram: 5 Hadits dan Fadilahnya

Senin, 15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Doa Akhir Tahun Hijriyah: Amalan, Lafaz, dan Keutamaannya

Senin, 15 Juni 2026 - 17:00 WIB

Doa Awal Tahun Hijriyah: Arab, dan Makna Lengkap

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00 WIB

Hukum Membaca Al-Qur’an di Aplikasi Tanpa Wudhu

Berita Terbaru

Kisah Tragedi Ar-Raji dan keteguhan iman Khubaib bin Adi( poto : nu online )

Sejarah

Tragedi Ar-Raji: Kisah Khubaib dan Keteguhan Iman Sahabat

Kamis, 18 Jun 2026 - 01:00 WIB

Keutamaan puasa Muharram( poto : Iqra TV )

Fiqih

Keutamaan Puasa Muharram: 5 Hadits dan Fadilahnya

Rabu, 17 Jun 2026 - 21:00 WIB

Muhasabah sebagai Inti Tahun Baru Islam( poto : nagari lunang tiga )

Al-Qur'an

Muhasabah Tahun Baru Hijriah: Refleksi Diri dan Sosial

Rabu, 17 Jun 2026 - 19:00 WIB