83 Santriwati Ummul Mukminin Wisuda Tahfidz 2026 Makassar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an 2026 di Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan( Poto : khittah )

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an 2026 di Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan( Poto : khittah )

Makasar, dorlanhikmah.com – Wisuda tahfidz Ummul Mukminin kembali digelar di Makassar dengan penuh haru saat 83 santriwati resmi dikukuhkan pada Wisuda Tahfidz Al-Qur’an 2026 di Pondok Pesantren Puteri Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menegaskan kekuatan pendidikan Al-Qur’an melalui wisuda tahfidz ummul mukminin yang terus melahirkan generasi penghafal Qur’an berprestasi.

Wisuda Tahfidz 2026 di Makassar Penuh Haru

Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Indoor pondok saat ratusan tamu undangan menyaksikan momen penting tersebut. Para santriwati tampil dengan penuh rasa bangga setelah menyelesaikan proses panjang hafalan Al-Qur’an.

Pimpinan pondok, guru, orang tua, hingga tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah hadir memberikan dukungan langsung. Mereka menyaksikan bagaimana pendidikan berbasis Al-Qur’an terus berkembang di lingkungan pesantren putri tersebut.

Acara ini juga memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu pusat pendidikan Islam yang aktif mencetak penghafal Al-Qur’an.

83 Santriwati Resmi Dikukuhkan

Sebanyak 83 santriwati kelas XII SMA dan Madrasah Aliyah resmi mengikuti wisuda tahfidz tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 26 santriwati berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an secara penuh.

Penanggung jawab Tahsin dan Tahfidz, Ustadz Andi Muhammad Ikhwan Nur, menegaskan bahwa pondok menerapkan standar ketat dalam proses seleksi wisuda.

Ia menjelaskan bahwa santriwati dari asrama reguler wajib memiliki minimal 5 juz hafalan, sementara asrama tahfidz harus mencapai minimal 10 juz.

Menurutnya, standar ini menjaga kualitas lulusan agar benar-benar siap menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an.

Capaian Hafalan Meningkat Signifikan

Direktur pondok, Dra. Masriwaty Malik, M.Thi, menyampaikan bahwa capaian tahun ini menunjukkan peningkatan yang sangat positif dibanding tahun sebelumnya.

Ia mencatat bahwa jumlah penghafal 30 juz terus naik dari tahun ke tahun, yaitu 5 orang (2024), 19 orang (2025), hingga 26 orang pada 2026.

Baca Juga :  Kemenhaj Gandeng KBIHU Matangkan Persiapan Haji 2027

Jumlah peserta wisuda juga meningkat dari 73 orang menjadi 83 orang dalam periode yang sama.

Masriwaty menegaskan bahwa capaian ini lahir dari kerja keras santriwati, pembimbing, dan sistem pembinaan yang konsisten.

Ia juga menekankan bahwa menghafal Al-Qur’an di lingkungan asrama membutuhkan disiplin tinggi dan keteguhan hati.

Perkembangan Program Tahfidz Pondok

Program tahfidz di Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan telah berjalan sejak lama dengan sistem bertahap dari kelas VII hingga XII.

Pondok juga membentuk lembaga munaqosyah pada 2014 untuk menguji kelayakan hafalan santriwati sebelum wisuda.

Perkembangan program semakin pesat setelah berdirinya Asrama Tahfidz Marliah Ahsan pada 2017. Dukungan fasilitas dari pemerintah pada 2018 juga memperkuat proses pembinaan.

Sejak 2022, pondok menjalankan program Daurah Tahfidz mandiri yang jumlah pesertanya meningkat dari 33 menjadi 173 pada 2025.

Apresiasi dari Muhammadiyah Sulsel

Wakil Ketua LP2M PW Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Fitra Siagian, M.A., Ph.D., memberikan apresiasi atas keberhasilan para santriwati.

Ia menilai wisuda ini bukan hanya seremoni, tetapi awal lahirnya generasi Qur’ani yang akan membawa perubahan bagi umat.

Fitra menegaskan pentingnya pendidikan karakter di era digital. Ia meminta agar hafalan Al-Qur’an tidak hanya berhenti di lisan, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Ia juga mendorong penguatan kemampuan bahasa Arab dan Inggris agar santri siap menghadapi tantangan global.

Visi Melahirkan Kader Ulama Perempuan

Ketua Badan Pembina Ummul Mukminin, Prof. Hj. Siti Aisyah Kara, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa pondok memiliki visi besar untuk mencetak kader ulama perempuan.

Ia menjelaskan bahwa penguasaan Al-Qur’an dan hadis menjadi syarat utama dalam membentuk pemimpin masa depan.

Baca Juga :  Ditjen Pesantren Kemenag Buka Lomba Santrivision 2026, Dorong Riset dan Teknologi

Menurutnya, para santriwati bukan hanya penghafal, tetapi juga calon pemimpin yang akan membawa nilai Islam dalam kehidupan sosial.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pembinaan setelah santri kembali ke rumah.

Nilai Al-Qur’an dalam Pendidikan

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9)

Ayat ini menjadi dasar semangat pondok dalam menjaga hafalan Al-Qur’an di kalangan santriwati.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Sementara itu, Imam Syafi’i pernah berkata:
“Ilmu itu seperti cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat.”

Kutipan ini memperkuat pentingnya adab dalam proses menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an.

Wisuda ini tidak hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga momentum spiritual yang mendalam. Para santriwati melewati proses panjang penuh kedisiplinan, ujian, dan pembinaan karakter.

Pondok menegaskan bahwa keberhasilan ini harus terus dijaga setelah para santriwati kembali ke masyarakat.

Mereka diharapkan mampu menjadi teladan dalam keluarga, lingkungan, dan kehidupan sosial.

Penutup

Wisuda Tahfidz Al-Qur’an 2026 di Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan menandai keberhasilan besar dalam pendidikan Qur’ani.

Dengan 83 wisudawati dan 26 penghafal 30 juz, pondok ini terus memperkuat perannya dalam mencetak generasi Qur’an yang berakhlak dan berilmu.

Program yang konsisten, dukungan lembaga, serta kerja keras para pembina menjadi fondasi utama keberhasilan tersebut.

Harapannya, para alumni mampu menjadi cahaya bagi masyarakat dan membawa nilai Al-Qur’an dalam setiap langkah kehidupan.(ust)

Berita Terkait

Al-Azhar Buka Peluang Pelatihan Dai Mahasiswa Indonesia Berkelanjutan di Kairo
Masuk Wantimpres Prabowo, Ini Profil Said Aqil Siroj
Wali Kota Sungai Penuh Beri Dukungan Penuh Kafilah MTQ Provinsi Jambi
FOZ Perjuangkan Perlindungan dan Kesejahteraan Amil Zakat Nasional
UAH Usulkan Kemenag Verifikasi Kompetensi Dai dan Konten Kreator
PBNU Siapkan SDM Profesional Masuk Pasar Kerja Qatar
100 Kata-Kata Mutiara Suami Istri Penuh Makna Islami
Fenomena Kalender Hijriah 2039 Hadirkan Dua Musim Haji Sekaligus
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Al-Azhar Buka Peluang Pelatihan Dai Mahasiswa Indonesia Berkelanjutan di Kairo

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:14 WIB

Masuk Wantimpres Prabowo, Ini Profil Said Aqil Siroj

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Wali Kota Sungai Penuh Beri Dukungan Penuh Kafilah MTQ Provinsi Jambi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:56 WIB

FOZ Perjuangkan Perlindungan dan Kesejahteraan Amil Zakat Nasional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

UAH Usulkan Kemenag Verifikasi Kompetensi Dai dan Konten Kreator

Berita Terbaru

Ilustrasi membaca Al-Qur'an.(poto: AI).

Al-Qur'an

Hukum Tajwid dan Seni Baca Al-Qur’an: Mana Lebih Utama?

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:13 WIB

Ilustrasi tilawah Al-Qur'an di masjid sebagai amalan terbaik sesuai tuntutan waktu.(poto: AI).

Fiqih

Ibadah yang Paling Utama Menurut Ibnul Qayyim

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:01 WIB

Ilustrasi skema alur akad ijarah dalam fikih muamalah, mengatur hak sewa manfaat tanpa memindahkan kepemilikan aset.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Sisa Kuota Hangus dalam Fikih Islam dan Ijarah

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:12 WIB