Bukan Jam 12 Malam, Ini Waktu Utama Shalat Tahajud Menurut Ustaz Adi Hidayat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi orang sedang tahajjud.(poto: istimewa).

Ilustrasi orang sedang tahajjud.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Banyak masyarakat meyakini jam 12 malam sebagai waktu utama shalat tahajud paling mustajab. Namun, pendakwah kondang Ustaz Adi Hidayat meluruskan pemahaman keliru tersebut melalui kajian keagamaannya.

Secara bahasa, kata tahajud mengandung makna melawan atau meninggalkan kebiasaan tidur malam. Fikih mendefinisikan ibadah ini sebagai shalat sunnah malam hari sesudah seseorang bangun dari tidur.

Amalan sunnah ini menyimpan keistimewaan besar yang memengaruhi perjalanan karier serta keberkahan hidup seseorang. Allah SWT menjanjikan pengangkatan derajat hamba yang rajin menunaikan shalat malam istimewa ini.

Ketetapan agung tersebut tercantum tegas dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 79 berikut ini:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Ayat suci tersebut menegaskan bahwa Allah SWT menyediakan tempat terpuji bagi siapa saja yang menegakkan tahajud. Umat Islam dapat memetik ganjaran mulia tersebut dengan menjaga rutinitas ibadah malam secara konsisten.

Ustaz Adi Hidayat menegaskan bahwa shalat malam memiliki keampuhan mempercepat pengabulan doa hamba. Siapa pun yang mendambakan kelapangan urusan hidup dapat memperbanyak sujud pada sepertiga malam terakhir.

Baca Juga :  Solusi Syariat Bisnis Dropship dan Rambu Jual Beli Online bag.2

Allah SWT memberikan kepastian pertolongan kepada setiap hamba yang menunaikan tahajud dengan benar. Kesiapan hati dan kekhusyukan menjadi kunci utama dalam meraih keberkahan ibadah sunnah tersebut.

Penjelasan Lengkap Pembagian Rentang Tiga Waktu Malam

Umat Islam membagi waktu malam pelaksanaan tahajud ke dalam tiga bagian umum. Setiap rentang waktu memberi keleluasaan bagi jamaah sesuai kesiapan fisik masing-masing.

Sepertiga pertama bermula tepat selepas shalat Isya hingga pukul 22.00 waktu Indonesia barat. Jamaah yang khawatir tertidur pulas kerap memanfaatkan permulaan malam ini untuk shalat.

Rentang sepertiga kedua bergulir mulai pukul 22.00 sampai pukul 01.00 dini hari. Suasana malam yang semakin hening membantu jamaah meraih konsentrasi ibadah yang lebih tenang.

Adapun sepertiga terakhir membentang mulai pukul 01.00 dini hari hingga menjelang masuknya waktu Subuh. Para ulama sepakat menempatkan fase penghujung malam ini sebagai momen yang paling utama.

Meskipun syariat membolehkan pelaksanaan pada jam berapa pun, terdapat perbedaan nilai keutamaannya. Ustaz Adi Hidayat menyarankan kaum muslimin memilih jam yang paling mendekati waktu subuh.

Pemilihan waktu yang tepat melatih kedisiplinan seorang muslim dalam mengendalikan jam istirahat. Kebiasaan mulia ini melahirkan ketenangan batin sekaligus menguatkan daya tahan spiritual seseorang.

Baca Juga :  Pandangan Malikiyah soal Basmalah dalam Shalat

Waktu Sahar Menjelang Subuh Jadi Momen Paling Utama

Ustaz Adi Hidayat menganjurkan jamaah mendirikan shalat sekitar pukul 04.00 menjelang subuh. Beliau mendasarkan anjuran tersebut pada petunjuk Al-Qur’an mengenai waktu akhir malam.

Momen menjelang fajar menyandang sebutan khusus dalam terminologi syariat Islam sebagai waktu sahar. Allah SWT memuji hamba-hamba-Nya yang beribadah pada waktu sahar dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 18:

وَبِالۡاَسۡحَارِ هُمۡ يَسۡتَغۡفِرُوۡنَ

Ayat tersebut mengisahkan kemuliaan orang-orang saleh yang senantiasa memohon ampunan sebelum fajar merekah. Mereka memanfaatkan waktu sahar untuk beristighfar seraya memohon rahmat serta perlindungan kepada Allah SWT.

Jamaah dapat merangkaikan shalat tahajud dengan untaian zikir panjang sebelum adzan berkumandang. Waktu sahar menjadi momentum emas untuk memanjatkan seluruh hajat besar dalam hidup.

Rahmat Allah turun begitu dekat menyambut rintihan hamba yang merendahkan diri saat fajar. Oleh karena itu, kaum muslimin hendaknya bangun lebih awal demi menjemput berkah akhir malam.(ust)

Berita Terkait

Hukum Doa Bersama Pahlawan Beda Agama dalam Islam
Menelisik Hukum Pajak dalam Islam dan Landasan Pungutan Negara
Fatwa Mudzakarah Ajengan PUI: Pinjaman Online dengan Bunga Hukumnya Haram
Hukum Membakar Sobekan Al-Qur’an Menurut Ulama Fikih Islam
Istri Bekerja Menolak Hubungan Ranjang, Ini Hukumnya Menurut Syariat
Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir
Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam
Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Hukum Doa Bersama Pahlawan Beda Agama dalam Islam

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Menelisik Hukum Pajak dalam Islam dan Landasan Pungutan Negara

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Fatwa Mudzakarah Ajengan PUI: Pinjaman Online dengan Bunga Hukumnya Haram

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Hukum Membakar Sobekan Al-Qur’an Menurut Ulama Fikih Islam

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Istri Bekerja Menolak Hubungan Ranjang, Ini Hukumnya Menurut Syariat

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB