Banjar Masin, dorlanhikmah.com – Ratusan siswa-siswi sekolah Muhammadiyah di bawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Banjarmasin 4 melaksanakan salat Istisqa memohon hujan di lapangan Masjid Al Jihad Banjarmasin pada Jumat (21/8). Para pelajar dari SD Muhammadiyah 8, SD Muhammadiyah 10, SMP Muhammadiyah 3, dan SMK Muhammadiyah 2 Banjarmasin berkumpul untuk memanjatkan doa bersama di tengah kemarau panjang.
Ibadah berjemaah tersebut berlangsung penuh khidmat di bawah bimbingan Ustaz Mairijani yang memimpin pelaksanaan salat sebagai imam sekaligus khatib. Selain itu, kegiatan ini menindaklanjuti imbauan resmi dari Forum Komunikasi Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah (FK2SM) Kota Banjarmasin bersama Majelis Dikdasmen & PNF PDM Kota Banjarmasin.
Respons Terhadap Kemarau Dan Kebakaran Lahan Gambut
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Banjarmasin 4, Muhammad Dani Wahyudi, menegaskan bahwa aksi spiritual ini menjadi langkah nyata warga sekolah dalam menghadapi fenomena iklim ekstrem. Pasalnya, kemarau panjang yang melanda wilayah Kalimantan telah memicu bencana kebakaran lahan gambut serta hutan yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Oleh sebab itu, pengelola sekolah memanfaatkan momen ini sebagai media pembelajaran terbuka bagi seluruh murid. Hasilnya, para siswa mempraktikkan langsung tata cara pelaksanaan salat Istisqa sesuai petunjuk sunnah Rasulullah di lapangan terbuka.
Edukasi Karakter Serta Introspeksi Diri Bagi Pelajar
Di samping itu, Wakil Sekretaris FK2SM Kota Banjarmasin sekaligus Kepala SMP Muhammadiyah 3 Banjarmasin, Agus Setiawan Riyadi, menginisiasi ajakan ibadah ini untuk membangun kesadaran kolektif. Pihaknya mendorong seluruh warga sekolah agar senantiasa melakukan introspeksi diri atas musibah yang sedang terjadi.
Oleh karena itu, Agus menekankan pentingnya menjadikan momen kekeringan ini sebagai sarana utama untuk memperbanyak istigfar. Selain itu, ibadah bersama ini menanamkan nilai-nilai keagamaan serta kepedulian lingkungan sejak dini kepada seluruh generasi muda.
Akibatnya, kondisi tanah retak dan ancaman kabut asap menuntut kepedulian nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran di luar kelas seperti ini membentuk karakter siswa yang makin tanggap terhadap isu-isu ekologis di lingkungan sekitar.
Selanjutnya, para guru dan pengurus FK2SM berharap ajakan ibadah ini menginspirasi sekolah-sekolah lain di Kalimantan Selatan untuk menggelar aksi serupa. Pada akhirnya, sinergi antara usaha lahiriah dan doa teologis menjadi fondasi utama warga Muhammadiyah dalam menghadapi ancaman krisis iklim.
Sementara itu, kehadiran ratusan pelajar di lapangan terbuka memancarkan semangat kebersamaan serta ketulusan saat memanjatkan doa. Kepasrahan diri yang para siswa tampilkan menjadi simbol harapan agar rahmat hujan segera mengguyur bumi Kalimantan Selatan.
Dengan demikian, pelaksanaan salat Istisqa secara serentak di berbagai sekolah Muhammadiyah se-Kota Banjarmasin membawa harapan besar bagi masyarakat. Selain itu, musibah kemarau ini mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian alam serta mensyukuri setiap tetes air hujan yang membasahi bumi.
Pada akhirnya, Ustaz Mairijani menutup seluruh rangkaian ibadah dengan menyampaikan khotbah yang sangat mendalam. Pesan khotbah tersebut mengingatkan seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga keseimbangan alam demi terwujudnya lingkungan Kalimantan Selatan yang sejuk, bersih, dan aman.(ar)










Komentar