Pemprov Kalsel Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Muhammad Tambrin saat menyampaikan tata cara pelaksanaan shalat istisqa di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin.(poto: klikkalsel.com).

Kepala Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Muhammad Tambrin saat menyampaikan tata cara pelaksanaan shalat istisqa di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin.(poto: klikkalsel.com).

Kalimantan Selatan, dorlanhikmah.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama ribuan warga menggelar salat istisqa Kalsel kemarau di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin pada Selasa (25/8/2026). Ribuan jemaah memadati lokasi tersebut untuk bermunajat memohon hujan di tengah musibah kemarau panjang.

Dampak kemarau panjang kini memicu kelangkaan air bersih sekaligus memperparah insiden kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, ancaman kabut asap tebal mulai mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat di wilayah Banua.

Kegiatan ibadah bersama ini dihadiri oleh sejumlah jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Tampak hadir Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Hasnuryadi Sulaiman serta Ketua DPRD Kalimantan Selatan H Sulaiman HK.

Masyarakat umum, ulama, habaib, guru agama, hingga siswa-siswi madrasah turut memadati area masjid. Mereka menyatukan niat dan merapatkan shaf demi memohon petunjuk serta keridaan dari Allah SWT.

Ribuan Jemaah Memadati Halaman Masjid Sabilal Muhtadin

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Tambrin, menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan atas arahan Gubernur Kalsel H Muhidin. Penyelenggara mencatat kehadiran jemaah mencapai sedikitnya 5.000 orang di halaman masjid.

Baca Juga :  Rektor UI Tebo Dorong Mahasiswa Baru Kuasai AI dan Karakter Islam

Tambrin memimpin doa bersama para tokoh agama dan seluruh peserta yang hadir. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para ulama serta pelajar yang konsisten mengawal jalannya munajat tersebut.

Masyarakat Kalimantan Selatan menghadapi kondisi tanpa hujan selama berbulan-bulan di berbagai daerah. Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini berharap doa bersama tersebut membawa keberkahan dan menurunkan hujan segar.

Musibah kekeringan saat ini merusak sumber air warga dan memperluas area kebakaran lahan. Titik api menyebar cepat akibat kondisi lahan gambut yang mengering dan tiupan angin kencang.

Kebakaran Hutan Mengancam Sejumlah Titik Banjarbaru

Gubernur Kalsel H Muhidin menegaskan bahwa salat istisqa menjadi langkah ikhtiar spiritual utama pemerintah daerah. Seluruh elemen masyarakat bahyu-membahyu menghadapi ancaman kebakaran yang makin meluas.

Petugas gabungan memantau kemunculan titik api aktif di wilayah Banjarbaru secara terus-menerus. Area rawan seperti Guntung Damar, Pengayuan, hingga kawasan hutan lindung terus mendapat pengawasan ketat.

Tim Satgas Karhutla melancarkan aksi pemadaman darat dan udara tanpa kenal lelah. Personel TNI, Polri, BPBD, serta sukarelawan memadamkan kobaran api di bawah terik matahari yang menyengat.

Baca Juga :  Karhutla Muaro Jambi Meluas, Al Haris Ajak Warga Salat Istisqa

Gubernur Muhidin terus mendorong seluruh pengurus masjid dan musala di kabupaten/kota untuk menggelar kegiatan serupa. Langkah kolektif ini diharapkan mampu menggerakkan kesadaran bersama dalam menghadapi cobaan bencana alam.

Minim Awan Hambat Operasi Modifikasi Cuaca Kalsel

Pemerintah Provinsi Kalsel juga terus berupaya mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di langit Banua. Tim teknis siap menyebar garam penyemaian segera setelah potensi pertumbuhan awan terlihat.

Namun, kendala teknis di lapangan kerap menghambat efektivitas pelaksanaan modifikasi cuaca tersebut. Para ahli meteorologi kesulitan menemukan keberadaan awan konvektif yang cukup tebal untuk disemai.

Ketiadaan bibit awan potensial membuat teknologi modifikasi cuaca belum memberikan hasil maksimal. Oleh karena itu, pemerintah memperkuat jalur doa dan pasrah atas kehendak Pencipta.

Kesadaran warga dalam menjaga lingkungan sekitar dari potensi pemicu kebakaran amat sangat dibutuhkan. Kerjasama semua pihak menjadi kunci utama untuk menekan dampak buruk kemarau panjang ini.(ar)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Berita Terbaru

Isim Isyarah.

Bahasa Arab

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:56 WIB

Isim dalam bahasa Arab.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Bahasa Arab

Panduan Isim Mudzakkar dan Muannats Dalam Bahasa Arab

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:41 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri Meneguhkan Moral Bangsa

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:33 WIB