Jakarta, dorlanhikmah.com – Umat Islam mengenal Abu Hurairah RA sebagai perawi hadis terbanyak yang menjadi rujukan utama. Namun, kisah perjuangan Abu Hurairah menuntut ilmu menyimpan rekam jejak keprihatinan yang sangat mendalam.
Prof. Dr. HM Hasballah Thaib, MA dan H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, MA, Ph.D mengulas kisah ini dalam buku Kumpulan Kisah Teladan. Mereka mencatat ujian fisik luar biasa yang mewarnai masa awal dakwah Islam di Tanah Arab.
Menahan Lapar hingga Disangka Mengalami Sawan
Abu Hurairah pernah tertegun saat membersihkan hidungnya dengan sapu tangan halus ketika kehidupan umat Islam mulai makmur. Momen tersebut mendadak membawanya mengenang kembali masa-masa kelam penderitaan pada masa lalu.
Dahulu, beliau sering kali terbaring lemas di area antara mimbar dan rumah Rasulullah SAW. Orang-orang menyangkanya menderita gila atau sawan, padahal beliau pingsan akibat menahan rasa lapar yang berkepanjangan.
Beliau merelakan diri tidak bekerja mencari harta demi bisa terus menempel dan belajar kepada Baginda Nabi. Akibatnya, beliau menetap di serambi Masjid Nabawi sebagai anggota Ahli Suffah yang kerap tidak memiliki makanan.
Tetap Sederhana dan Tekun Beribadah
Kondisi perekonomian Abu Hurairah akhirnya membaik seiring meluasnya dakwah Islam dan hadirnya kejayaan bagi umat Muslim. Kehidupan beliau tidak lagi seprihatin masa-masa awal saat pertama kali tiba di Madinah.
Meski demikian, kelapangan hidup tersebut tidak membuat beliau silau oleh kemewahan duniawi. Beliau memilih tetap mempertahankan gaya hidup sederhana sebagaimana petunjuk Rasulullah SAW.
Hari-hari beliau terisi dengan meningkatkan ketakwaan melalui salat sunnah serta memperbanyak zikir. Beliau bahkan menyimpan biji-biji kurma dalam kantong kecil sebagai alat bantu menghitung zikir harian.
Kisah kehidupan beliau menyajikan cermin keteladanan yang sangat mendalam bagi seluruh umat Islam. Pengorbanan fisik dan keteguhan hatinya membuktikan bahwa kesulitan hidup bukanlah penghalang untuk meraih kemuliaan ilmu.(ust)
Wallahu a’lam.







Komentar