Kisah Perjuangan Abu Hurairah Rela Menahan Lapar Demi Ilmu

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Abu Hurairah.(poto: detikhikmah).

Ilustrasi Abu Hurairah.(poto: detikhikmah).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Umat Islam mengenal Abu Hurairah RA sebagai perawi hadis terbanyak yang menjadi rujukan utama. Namun, kisah perjuangan Abu Hurairah menuntut ilmu menyimpan rekam jejak keprihatinan yang sangat mendalam.

Prof. Dr. HM Hasballah Thaib, MA dan H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, MA, Ph.D mengulas kisah ini dalam buku Kumpulan Kisah Teladan. Mereka mencatat ujian fisik luar biasa yang mewarnai masa awal dakwah Islam di Tanah Arab.

Menahan Lapar hingga Disangka Mengalami Sawan

Abu Hurairah pernah tertegun saat membersihkan hidungnya dengan sapu tangan halus ketika kehidupan umat Islam mulai makmur. Momen tersebut mendadak membawanya mengenang kembali masa-masa kelam penderitaan pada masa lalu.

Baca Juga :  Kisah Nabi Muhammad SAW Melihat Neraka Saat Isra Mi’raj

Dahulu, beliau sering kali terbaring lemas di area antara mimbar dan rumah Rasulullah SAW. Orang-orang menyangkanya menderita gila atau sawan, padahal beliau pingsan akibat menahan rasa lapar yang berkepanjangan.

Beliau merelakan diri tidak bekerja mencari harta demi bisa terus menempel dan belajar kepada Baginda Nabi. Akibatnya, beliau menetap di serambi Masjid Nabawi sebagai anggota Ahli Suffah yang kerap tidak memiliki makanan.

Tetap Sederhana dan Tekun Beribadah

Kondisi perekonomian Abu Hurairah akhirnya membaik seiring meluasnya dakwah Islam dan hadirnya kejayaan bagi umat Muslim. Kehidupan beliau tidak lagi seprihatin masa-masa awal saat pertama kali tiba di Madinah.

Baca Juga :  Pemakaman Nabi Muhammad SAW di Kamar Aisyah

Meski demikian, kelapangan hidup tersebut tidak membuat beliau silau oleh kemewahan duniawi. Beliau memilih tetap mempertahankan gaya hidup sederhana sebagaimana petunjuk Rasulullah SAW.

Hari-hari beliau terisi dengan meningkatkan ketakwaan melalui salat sunnah serta memperbanyak zikir. Beliau bahkan menyimpan biji-biji kurma dalam kantong kecil sebagai alat bantu menghitung zikir harian.

Kisah kehidupan beliau menyajikan cermin keteladanan yang sangat mendalam bagi seluruh umat Islam. Pengorbanan fisik dan keteguhan hatinya membuktikan bahwa kesulitan hidup bukanlah penghalang untuk meraih kemuliaan ilmu.(ust)

Wallahu a’lam.

Berita Terkait

Kisah Nabi Ibrahim Menghormati Tamu Beda Agama yang Penuh Keteladanan
Kisah Umar bin Abdul Aziz Tolak Gratifikasi dan Fasilitas Negara
Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa
Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga
Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah
Ketegasan Ali bin Abi Thalib Menjaga Amanah Kas Negara
Integritas Imam Abu Hanifah Hindari Konflik Kepentingan
Sejarah Panjang Penurunan Kitab Suci Al-Qur’an
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Kisah Nabi Ibrahim Menghormati Tamu Beda Agama yang Penuh Keteladanan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kisah Umar bin Abdul Aziz Tolak Gratifikasi dan Fasilitas Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:13 WIB

Mukjizat Perang Tabuk: Berkah Makanan dan Kunci Surga

Minggu, 20 September 2026 - 16:05 WIB

Kisah Abdullah bin Abi Umayyah Meraih Hidayah

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB