Jakarta, Dorlanhikmah.com – Akademi Pelatihan Dai dan Imam Internasional Al-Azhar resmi membuka peluang keberlanjutan program pelatihan dai mahasiswa Indonesia di Kairo, Mesir. Langkah strategis ini menyusul tuntasnya agenda perdana yang berlangsung sejak 27 September hingga 7 Oktober 2026.
Ketua Akademi, Prof Hasan Salah al-Shaghir, menegaskan komitmen penuh institusinya dalam memfasilitasi peningkatan kompetensi para peserta. Program intensif ini merujuk langsung pada arahan Grand Syekh Al-Azhar, Prof Ahmed al-Thayyeb.
Lembaga internasional tersebut konsisten menghadirkan kursus kualifikasi terpadu bagi kader ulama dari berbagai belahan dunia. Program ini menyasar calon imam, penceramah, cendekiawan Muslim, hingga kalangan mahasiswa asing di Mesir.
Hasan menyambut hangat partisipasi aktif para peserta pada angkatan pertama khusus delegasi Nusantara tersebut. Pihak akademi menegaskan kesiapan mereka untuk terus menyambut kedatangan angkatan-angkatan penerus pada masa mendatang.
Apresiasi tinggi tersebut ia sampaikan langsung saat memimpin seremoni penutupan agenda pelatihan di Kairo. Prosesi penutupan bertempat di Qaah Imam Ahmed al-Thayyeb, Gedung Majma al-Buhuts al-Islamiyyah, Kairo.
Penguatan Manhaj Al-Azhar Cetak Kader Pendakwah Moderat
Lembaga Dakwah PCINU Mesir menggandeng Forum Da’iyah Fatayat Mesir dalam merancang kegiatan berskala internasional ini. Kolaborasi dua lembaga otonom Nahdlatul Ulama tersebut berhasil menghimpun 50 peserta terpilih dari beragam daerah.
Mayoritas peserta merupakan sarjana baru lulusan program lisans strata satu Al-Azhar tahun ini. Sejumlah mahasiswa program magister juga turut memperkuat barisan peserta untuk memperdalam wawasan keilmuan Islam.
Para pemateri membekali seluruh peserta dengan metodologi hukum Islam, fatwa kontemporer, dan pemahaman manhaj Al-Azhar. Tenaga pengajar juga mengulas tuntas fikih realitas atau fiqh al-waqi guna menjawab dinamika zaman.
Kurikulum pelatihan turut menyentuh aspek retorika dakwah, etika dialog, hingga psikologi komunikasi massa. Pemateri melengkapi wawasan peserta dengan strategi respons pemikiran kontemporer serta tata kelola media digital dakwah.
Ketua Panitia Pelaksana, M Alaikas Salam, memproyeksikan kegiatan ini bergulir menjadi agenda tahunan berskala luas. Tim perancang bahkan membuka peluang keikutsertaan masyarakat umum dari luar Mesir untuk hadir langsung ke Kairo.
Kolaborasi KBRI Kairo Hadirkan Wawasan Diplomasi Global
Seluruh lulusan akademi kini bersiap melangkah ke tahap pembekalan berikutnya bersama korps diplomatik Indonesia. Mereka bakal mengikuti Pelatihan Akademi Diplomat mulai 18 hingga 20 Oktober 2026 mendatang.
Para diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo akan mengampu langsung rangkaian materi tersebut. Sesi lanjutan ini membedah seluk-beluk diplomasi internasional, hubungan bilateral, serta pembacaan isu global secara kritis.
Langkah kolaboratif ini bertujuan mencetak juru dakwah yang menguasai ilmu agama sekaligus memahami konstelasi geopolitik. Wawasan internasional yang matang akan membantu mereka membawa misi dakwah damai ke panggung dunia.
Penyelenggara menaruh harapan besar agar agenda ini terus mengasah kedalaman tradisi keilmuan para dai muda. Penguasaan khazanah Al-Azhar menjadi fondasi kuat saat mereka terjun membimbing masyarakat di tanah air kelak.
Inisiatif terpadu ini membuktikan keseriusan Al-Azhar dan diaspora Indonesia dalam menyiapkan generasi pendakwah unggul. Mahasiswa kini memiliki jalur pembinaan komprehensif demi menjawab tantangan dakwah di era modern secara bijak.(ust)







Komentar