Jakarta, dorlanhikmah.com – Umat manusia terus menghadapi tantangan krisis kemiskinan sejak zaman dahulu hingga masa modern saat ini. Masalah ekonomi yang mendalam ini terus menggerogoti struktur sosial masyarakat, meretakkan ketahanan rumah tangga, serta mengancam stabilitas keamanan global. Oleh karena itu, para ulama menegaskan bahwa solusi islam atasi kemiskinan hadir secara komprehensif melalui ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.
Kondisi ekonomi yang buruk tidak hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga berpotensi mengikis fondasi akidah dan akhlak seseorang. Ketika seseorang terjebak dalam kemiskinan ekstrem, maka risiko terjadinya penyimpangan perilaku dan penyelewengan moral menjadi semakin tinggi. Akan tetapi, agama Islam memahami ancaman nyata ini sehingga tidak pernah membiarkan umatnya tenggelam dalam keterpurukan ekonomi tanpa arah petunjuk.
Kemiskinan yang merajalela di berbagai pelosok dunia saat ini telah memicu krisis kemismanusiaan yang sangat memprihatinkan. Bahkan, jutaan kaum Muslimin turut merasakan dampak buruk dari ketimpangan kesejahteraan yang belum terselesaikan. Dampaknya, berbagai sistem ekonomi buatan manusia terbukti gagal menyajikan jalan keluar yang benar-benar efektif dan berkeadilan.
الحمد لله الغنيِّ الكريم، الواسع الجواد، رفع من شاء بفضله، وابتلى من شاء بحكمته، لا يُسأل عما يفعل وهم يُسألون، أحمَده تعالى وأشكره، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه، وسلم تسليمًا كثيرًا؛ أما بعد:
فأوصيكم – عباد الله – ونفسي المقصرة بتقوى الله، فهي وصية الله للأولين والآخرين: ﴿ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ ﴾ [النساء: 131].
Bahaya Kemiskinan Terhadap Keimanan Umat
Agama Islam sama sekali tidak pernah mengajarkan atau menyeru pengikutnya untuk memilih hidup dalam kemiskinan. Sebaliknya, Islam mendorong setiap individu untuk aktif berusaha, bekerja keras, serta membangun solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Lebih lanjut, ajaran Islam secara tegas mengarahkan orang miskin untuk giat bergerak, memotivasi masyarakat untuk saling menolong, serta menuntut negara menegakkan keadilan distribusi kekayaan.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam secara khusus memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar terhindar dari bahaya kefakiran. Beliau menyandingkan ancaman kemiskinan dengan kekafiran karena adanya keterkaitan spiritual yang sangat erat di antara keduanya. Keterbatasan harta yang sangat parah kerap memicu seseorang melakukan tindakan nekat yang merusak keimanannya.
Selain memohon perlindungan dari kemiskinan, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga sangat mengkhawatirkan bahaya jeratan utang. Sebab, seseorang yang terjebak dalam utang berisiko tinggi untuk berbohong ketika berbicara dan mengingkari janji yang telah ia buat. Di samping itu, beban utang yang menumpuk akan merendahkan martabat dan kehormatan seorang Muslim di hadapan manusia lainnya.
أيها المسلمون: إن من أعظم المشكلات التي واجهت البشرية قديمًا وحديثًا: أزمة الفقر، تلك المشكلة التي تنخر في جسد المجتمعات، وتُضعف الأسر، وتهدِّد الأمن والسِّلم، بل وتعرِّض العقائد والأخلاق لخطر الانحراف والضياع.
مشكلة الفقر التي لم تترك زمانًا إلا وطبعَتْه بطابع الحاجة والحرمان، ولا مجتمعًا إلا وأثَّرت فيه، وهي اليوم تهدد ملايين المسلمين في شتى بقاع الأرض.
ولئن عجزت النظم الوضعية عن تقديم حلول ناجعة، فإن المنهج النبوي قدَّم رؤية متكاملة، واقعية وإنسانية، لمعالجة هذه الأزمة الخطيرة.
معاشر المسلمين: ليس في الإسلام دعوةٌ للفقر، بل الإسلام يدعو إلى السعي والعمل والتكافل، ويُرشد الفقير إلى الحركة والعمل، ويرشد المجتمع إلى التكافل، ويرشد الدولة إلى العدالة في التوزيع.
فالرسول صلى الله عليه وسلم استعاذ بالله من الفقر؛ وقال: ((اللهم إني أعوذ بك من الكفر والفقر))؛ [رواه النسائي]، فجمع بين الفقر والكفر لِما بينهما من ارتباط خطير.
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ
ولخطورة الفقر استعاذ النبي صلى الله عليه وسلم من الدَّين؛ لأن المَدين إذا غرم كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا تديَّن انذل.
Kerja Keras Sebagai Benteng Ekonomi Utama
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak hanya memanjatkan doa dan memohon perlindungan dari kemiskinان semata. Beliau meletakkan garis-garis panduan praktis yang sangat jelas untuk mengentaskan persoalan krisis ekonomi tersebut. Maka dari itu, pekerjaan yang halal dan terhormat menjadi benteng pertahanan paling depan dalam memutus rantai kemiskinan di tengah masyarakat.
Setiap Muslim mendapatkan dorongan kuat untuk mengandalkan hasil kerja keras dan keringatnya sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidup. Kemudian, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberikan penegasan bahwa makanan terbaik adalah makanan dari hasil usaha tangan sendiri. Oleh karena itu, prinsip kemandirian ini menjadi landasan utama pembangunan ekonomi syariah yang bermartabat.
Sementara itu, para nabi dan rasul pun memberikan contoh nyata dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan kemandirian. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bekerja sebagai penggembala kambing demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Begitu pula Nabi Daud Alaihissalam yang bekerja keras sebagai seorang pandai besi yang mahir membuat baju besi pertahanan.
عباد الله: إن النبي صلى الله عليه وسلم لم يقف عند الاستعاذة والدعاء لمعالجة أزمة الفقر، بل وضع حلولًا عملية لهذه المعضلة الخطيرة.
فالعمل الشريف هو خط الدفاع الأول ضد الفقر؛ لهذا وجَّه النبي صلى الله عليه وسلم الناسَ إلى العمل؛ فقال: ((ما أكل أحد طعامًا قط خيرًا من أن يأكل من عمل يده))؛ [رواه البخاري].
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
بل ضرب بنفسه المثل؛ فقد كان صلى الله عليه وسلم يرعى الغنم، وداود عليه السلام كان حدادًا، وكان يأكل من عمل يده: ﴿ وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ ﴾ [الأنبياء: 80]، وقال: ﴿ وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًا يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ * أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ﴾ [سبأ: 10، 11].
وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ
وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًا يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ * أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ وَقَدِّرْ فِي السَّرْدِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
وقال صلى الله عليه وسلم قولًا عظيمًا: ((لأن يأخذ أحدكم حبله، فيأتي بحُزمة حطب على ظهره فيبيعها، فيكفَّ بها وجهه، خير له من أن يسأل الناس؛ أعطَوه أو منعوه))؛ [رواه البخاري].
لِأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ، فَيَأْتِىَ بِحَزْمَةِ حَطَبٍ عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا، فَيَكُفّ بِهَا وَجْهَهُ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ؛ أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُ
Menghargai Pekerjaan Kasar Dan Pelatihan Kerja
Kerja keras mencari kayu bakar ke gunung lalu menjualnya ke pasar jauh lebih mulيا daripada memohon bantuan atau meminta-minta kepada orang lain. Sebab, tindakan menjaga kehormatan diri dengan bekerja kasar mendapatkan penghargaan tinggi dalam ajaran Islam. Namun, fenomena sosial masa kini justru menunjukkan pergeseran nilai yang cukup mengkhawatirkan di kalangan anak muda.
Banyak generasi muda masa kini merasa gengsi untuk menggeluti pekerjaan kasar atau profesi berbasis keterampilan tangan. Mereka lebih tergiur mencari cara cepat mendapatkan uang atau mengincar pekerjaan kantoran yang nyaman meski tidak produktif. Padahal, kondisi ini bertolak belakang dengan petunjuk Nabi yang memuliakan setiap jenis pekerjaan halal tanpa memandang rendah status sosialnya.
Pembukaan Akses Pelatihan Keterampilan
Pemerintah dan pemangku kepentingan perlu membuka ruang pelatihan keterampilan serta akses pendanaan yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Oleh sebab itu, penghormatan terhadap profesi keterampilan tangan harus kita hidupkan kembali agar kemiskinan tidak semakin menumpuk. Langkah nyata ini menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi angka pengangguran terbuka.
لكننا – للأسف – نرى في زماننا هذا شبابًا يأنف بعضهم من العمل الحِرفي، ويبحث عن المال السريع أو الوظيفة المريحة ولو بدون إنتاج، في حين أن النبي صلى الله عليه وسلم رفعَ من شأن كل عمل حرٍّ نزيه شريف.
فعلينا أن نُعيد للمهن اليدوية كرامتها، وأن نفتح أبواب التدريب والتمويل؛ لنتخلص من مشكلة الفقر وتفاقماتها.
Sistem zakat wajib menjadi instrumen utama yang menetapkan keadilan sosial untuk meredام jurang ketimpangan di masyarakat. Oleh karena itu, panitia wajib menyalurkan harta orang mampu secara tepat sasaran kepada golongan masyarakat yang membutuhkan. Apabila instrumen zakat ini terkelola secara jujur dan transparan, maka angka kemiskinان pasti menurun secara signifikan.
Sayangnya, praktik tata kelola zakat di banyak kawasan masih menghadapi berbagai hambatan serius dan penyimpangan sasaran. Akibatnya, banyak harta zakat yang terbuang sia-sia atau tidak sampai kepada delapan asnaf yang berhak menerima. Di sisi lain, masih banyak kalangan kaya yang enggan menunaikan kewajiban zakat harta mereka sesuai dengan ketentuan syariat.
Peran Wakaf Produktif Bagi Kesejahteraan
Selain zakat, instrumen wakaf produktif memegang peranan kunci dalam menciptakan skema penanganan kemiskinan yang berkelanjutan. Praktik menahan pokok aset dan mengalirkan manfaatnya telah terbukti sukses sebagaimana contoh langsung dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada masa modern ini, pengelola dapat mengarahkan dana wakaf untuk membiayai sektor pendidikan, layanan kesehatan, serta modal usaha mikro.
ومن الحلول لمشكلة الفقر: الزكاة الواجبة التي فرضها الله سبحانه في أموال الأغنياء، فتُؤخذ من أغنيائهم وتُرد إلى فقرائهم: ﴿ خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ ﴾ [التوبة: 103].
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
يقول الرسول صلى الله عليه وسلم لمعاذ بن جبل لما أرسله لليمن: ((فأعلمهم أن الله قد افترض عليهم صدقةً تُؤخذ من أغنيائهم، وتُرد على فقرائهم))؛ [رواه البخاري].
فَأَعْلِمْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ، وَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ
واليوم نرى – وللأسف – كم من أموال الزكاة تضيع، أو توجَّه في غير مصارفها! وكم من الأغنياء لا يخرجون زكاة أموالهم! ولو وُزعت الزكاة كما أمر النبي صلى الله عليه وسلم، لَما بقيَ فقير ولا محتاج في هذه الأمة.
ومن المعالجات النبوية لمعضلة الفقر: الوقف الخيري، فقد أوقف النبي صلى الله عليه وسلم بعض أراضيه للفقراء والمساكين، وكانت سياسة مستدامة لمكافحة الفقر.
فالوقف هو حبس الأصل وتسبيل المنفعة؛ كما قال النبي صلى الله عليه وسلم لعمرَ لما أراد التصدق بأرض: ((إن شئت حبست أصلها وتصدقت بها))؛ [صحيح البخاري]، وهو من أعظم التوجيهات النبوية لعلاج الفقر بشكل دائم.
وفي عصرنا الحاضر: يمكننا إنشاء أوقاف لدعم الأيتام، والمساكين، وتمويل المشاريع الصغيرة، والتعليم والصحة، بدلًا من الاقتصار على المساعدات المؤقتة.
Prinsip gotong royong dan kepedulian antar sesama warga menjadi pilar penting yang tidak boleh terabaikan dalam mengatasi krisis ekonomi. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam memberi teladan langsung dengan senantiasa berbagi makanan kepada warga miskin dan para Ahlu Suffah. Selanjutnya, Beliau memerintahkan orang-orang yang berkelebihan harta untuk merangkul dan membantu tetangga yang kekurangan makanan.
Tantangan Individualisme Dan Korupsi Aset
Masyarakat modern saat ini sangat membutuhkan aktivasi gerakan kepedulian sosial di lingkungan pemukiman, sekolah, hingga lembaga kerja. Namun, sangat ironis ketika masih banyak keluarga miskin terisolasi di tengah pemukiman warga kaya yang acuh tak acuh. Akibatnya, sikap individualistis telah mengikis nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas utama ajaran Islam.
Sementara itu, krisis kemiskinan yang dialami banyak negara kaya sumber daya alam umumnya memuncak akibat buruknya tata kelola dan maraknya korupsi. Kezaliman struktural dan pembagian sumber daya yang tidak merata menjadi penyebab utama penderitaan rakyat kecil. Tambahan pula, kebocoran anggaran dan gaya hidup mewah sebagian kalangan semakin memperparah jurang pemisah di tengah masyarakat.
وكذلك التكافل الاجتماعي فإنه علاج ناجع للفقر؛ فقد كان صلى الله عليه وسلم يشارك الفقراء في طعامه، ويأمر أصحاب المال بإيواء أهل الصُّفَّة، ويقول: ((من كان عنده طعام اثنين فليذهب بثالث، ومن كان عنده طعام أربعة، فليذهب بخامس، بسادس…)).
مَنْ كَانَ عِنْدَهُ طَعَامُ اثْنَيْنِ فَلْيَذْهَبْ بِثَالِثٍ، وَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ طَعَامُ أَرْبَعَةٍ، فَلْيَذْهَبْ بِخَامِسٍ، بِسَادِسٍ
فما أحوجنا اليوم إلى تفعيل التكافل الاجتماعي في أحيائنا ومدارسنا ومؤسساتنا! فكم من العائلات تعيش تحت خط الفقر، وسط جيران أغنياء لا يشعرون بهم بسبب غياب التكافل الاجتماعي!
وكم من مسلمين ينامون جياعًا، وأموال المسلمين تهدر في لهو وترف وبذخ!
وكم من يتيم لا يجد مأوى، وأموالُ الزكاة تُجمع ثم لا تُصرف في مصارفها!
واقعنا اليوم يعاني من فقر متزايد، في دول غنية بالثروات، ولكنه فقر بسبب الظلم وسوء التوزيع والفساد، وليس نقصًا في الموارد.
أليس من العار أن يمُد مسلم يده للغريب والمنظمات الدولية والصليبية، وإخوانه في الدين يملكون، ولكنهم – للأسف – لا يعطون؟
﴿ يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ ﴾ [البقرة: 215].
يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
﴿ وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ ﴾ [آل عمران: 180].
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم…
Pemerintah bersama para pengusaha memiliki kewajiban moral untuk menyediakan lapangan kerja yang layak bagi angkatan muda. Penyediaan kesempatan kerja yang luas dapat menjaga kehormatan setiap warga negara serta mencegah mereka dari perilaku meminta-minta. Karena itu, negara wajib memfasilitasi iklim usaha yang sehat agar roda perekonomian dapat berputar secara inklusif.
Kewajiban Menunaikan Zakat Secara Profesional
Orang-orang kaya dituntut untuk tidak sekadar memandang zakat sebagai bentuk kebaikan sukarela atau santunan biasa. Sebab, zakat merupakan hak murni para fakir miskin yang wajib terbayarkan tanpa ada rasa kebanggaan diri dari pemilik harta. Selain itu, pengembangan lembaga pengelola zakat dan jaminan sosial yang profesional harus berjalan selaras dengan kaidah syariat yang ketat.
Keberhasilan pemberantasan kemiskinan membutuhkan aksi nyata berbasis ilmu, kerja keras, dan kepedulian kasih sayang yang tulus. Slogan manis dan janji-janji politik tanpa realisasi tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah mendasar di lapangan. Oleh sebab itu, setiap individu Muslim perlu memeriksa kembali kondisi tetangga, kerabat, serta kelompok rentan seperti janda dan penyandang disabilitas di sekitarnya.
الحمد لله على ما أنعم، وأشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه أجمعين؛ أما بعد:
فيا عباد الله، إن الواجب علينا أن نحييَ التوجيهات النبوية في واقعنا، فكل قادر على العمل فعليه أن يعمل، والدولة والتجار ونحوهم عليهم أن يوفِّروا للشباب الفرص والوظائف، التي تحفظ الكرامة وتمنع المسألة.
على الأغنياء إخراج الزكاة، وتوسيع الصدقات، فالزكاة ليست إحسانًا، بل حقٌّ واجب للفقراء.
وأن يُحيوا روح الوقف والمشاريع الوقفية الإنتاجية؛ لأنها صدقات جارية تُنقذ أجيالًا لا أفرادًا فقط.
وكذلك تفعيل صندوق الزكاة والضمان الاجتماعي وفق ضوابط الشريعة، بحيث يُكفى فيه كلُّ صاحب حاجة.
أعيدوا للفقراء حقوقهم، قوموا بواجباتكم، عالجوا الفقر بالعلم والعمل والرحمة، لا بالشعارات والوعود الكاذبة.
هل تحسَّس أحدنا يومًا جاره وأقاربه؟ هل خصَّص أحدنا من مرتبه شيئًا ثابتًا شهريًّا لأسرة محتاجة ولو بمبلغ بسيط؟ هل تفقَّدنا أُسَرَ الأرامل والمطلَّقات، والمعاقين والعاطلين عن العمل؟
فإن أمتنا لن تنهض، ما دام بيننا من يبيت جائعًا.
يقول الرسول صلى الله عليه وسلم: ((ما آمن بي من بات شبعانَ، وجاره جائع إلى جنبه، وهو يعلم به)).
مَا أمَنَ بِي مَنْ بَاتَ شَبْعَانَ، وَجَارُهُ جَائِعٌ إلَى جَنْبِهِ، وَهُوَ يَعْلَمُ بِهِ
اللهم أغِننا بحلالك عن حرامك، وبفضلك عمن سواك.
اللهم أعِذنا من الكفر والفقر، ومن فتنة المال والغِنى المُطغي، اللهم ارزقنا حب الفقراء، ورفقة المساكين، وسعادة الإنفاق.
وصلِّ اللهم وسلم وبارك على عبدك ورسولك نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
وأقم الصلاة.







Komentar