Jombang, dorlanhikmah.com – Tim medis Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mendirikan posko kesehatan uin malang secara gratis pada gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Para tenaga medis menyiagakan fasilitas ini di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada 27–31 Agustus 2026.
Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan mengawal keselamatan para kiai, pengurus, serta pengunjung dari berbagai penjuru tanah air. Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menegaskan bahwa kehadiran tim medis merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
Aksi kemanusiaan ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Subdirektorat Ketenagaan Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Muhammad Aziz Hakim. Beliau meninjau langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis di lokasi acara.
Dr. Begum Fauziyah memimpin langsung pelayanan kesehatan selama lima hari penuh bersama tenaga pendidik Yusuf Ikrom Nur Azami. Tim lapangan menerjunkan mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta alumni yang berprofesi sebagai dokter dan apoteker.
Sebanyak 238 pengunjung dari 80 kabupaten/kota di seluruh Indonesia datang secara sukarela untuk memeriksakan kondisi fisik mereka. Petugas medis melakukan pemeriksaan tanda vital dan skrining kesehatan sederhana yang mencakup empat parameter utama.
Temuan Serius Pemeriksaan Kesehatan Pengunjung Muktamar NU
Hasil analisis akumulatif terhadap 236 peserta yang memiliki data valid menunjukkan fakta medis yang sangat mengejutkan. Sebanyak 183 orang atau 77,5 persen peserta mencatatkan setidaknya satu indikator kesehatan di luar batas normal.
Tim medis juga menemukan 45,8 persen peserta mengalami kondisi komorbiditas atau dua indikator abnormal secara bersamaan. Bahkan, terdapat tiga peserta yang menunjukkan hasil abnormal pada seluruh parameter pemeriksaan secara simultan.
Tekanan darah tinggi menjadi masalah kesehatan yang paling mendominasi para pengunjung di lokasi muktamar. Sebanyak 74,7 persen peserta yang terperiksa memiliki tekanan darah di atas ambang batas normal.
Faktor kelelahan perjalanan jauh dan waktu tidur yang kurang menjadi pemicu utama melonjaknya angka hipertensi. Selain itu, pola makan konsumsi massal yang tinggi garam serta kelalaian meminum obat rutin turut memperburuk kondisi fisik peserta.
Selain hipertensi, sebanyak 35,4 persen peserta mengalami kadar asam urat tinggi akibat konsumsi makanan kaya purin. Sementara itu, 16,7 persen peserta terindikasi Diabetes Melitus dan 26,2 persen peserta memiliki kadar kolesterol tinggi.
Rekomendasi Penting Bagi Panitia Penyelenggara Muktamar NU
Kejelian tim kesehatan berhasil mengidentifikasi 24 kasus klinis ekstrem yang membutuhkan rujukan medis cepat ke fasilitas kesehatan terdekat. Sebanyak 12 kasus di antaranya merupakan krisis hipertensi yang sangat berisiko memicu stroke atau gagal jantung.
Salah satu kasus paling ekstrem menimpa seorang pria asal Bekasi dengan tekanan darah mencapai 215/115 mmHg. Pasien tersebut juga mencatatkan kadar kolesterol 215 mg/dL serta kadar asam urat tinggi sebesar 10,2 mg/dL.
Tim Kesehatan UIN Malang menyusun lima rekomendasi strategis bagi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk penyelenggaraan acara mendatang. Rekomendasi pertama menekankan pentingnya penyediaan katering sehat yang rendah garam, rendah lemak, rendah gula, dan rendah purin.
Panitia juga perlu menyusun alur acara yang ramah bagi kiai sepuh serta menyediakan aksesibilitas bagi kelompok difabel. Selain itu, penyelenggara wajib menyiagakan ambulans dan membuat jalur evakuasi darurat yang terhubung langsung dengan rumah sakit.
Rekomendasi berikutnya mendorong digitalisasi pencatatan data kesehatan peserta untuk meminimalisasi kesalahan penulisan manual. Terakhir, tim medis mengedukasi para peserta penderita penyakit kronis agar selalu disiplin membawa dan mengonsumsi obat pribadi secara teratur.(ar)









Komentar