Jakarta, dorlanhikmah.com – Doa akhir tahun Hijriyah menjadi amalan istighfar penutup tahun hijriyah yang umat Islam baca menjelang pergantian tahun Islam sebagai bentuk muhasabah diri dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
Umat Islam membaca doa ini pada sore hari setelah salat Ashar di akhir bulan Dzulhijjah sebelum masuk waktu Maghrib yang menandai awal 1 Muharam.
Doa ini mengajak umat Islam untuk menutup tahun dengan kesadaran penuh atas dosa, kelalaian, dan kekurangan diri. Selain itu, doa ini juga menguatkan harapan agar Allah menerima seluruh amal kebaikan yang telah dilakukan selama satu tahun.
Doa akhir tahun Hijriyah mengajarkan seorang muslim untuk jujur terhadap dirinya sendiri. Ia mengakui semua kesalahan yang pernah dilakukan, baik yang ia sadari maupun yang ia lupakan.
Dalam doa ini, seorang muslim menyadari bahwa Allah selalu mengetahui setiap amal perbuatan manusia. Kesadaran ini mendorong hati untuk kembali kepada Allah dengan penuh penyesalan dan harapan ampunan.
Doa ini juga membangun keseimbangan antara rasa takut dan harapan kepada Allah. Seorang muslim tetap berharap ampunan, namun juga takut jika amalnya tidak diterima.
Waktu Pelaksanaan Doa Akhir Tahun
Ulama menjelaskan bahwa umat Islam membaca doa akhir tahun setelah salat Ashar pada hari terakhir bulan Dzulhijjah. Waktu ini berlangsung sampai sebelum Maghrib.
Mereka menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa pada waktu tersebut. Momen ini menjadi kesempatan penting untuk menutup satu tahun perjalanan hidup dengan introspeksi.
Lafaz Doa Akhir Tahun Hijriyah
Dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur, para ulama menganjurkan doa ini dibaca sebanyak tiga kali dengan penuh kekhusyukan.
Lafaz Doa (Lengkap)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلُمْتَ عَنِّي مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي. اللَّهُمَّ وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan Makna:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.
Ya Allah, aku mengakui seluruh perbuatanku selama satu tahun yang lalu, terutama yang Engkau larang. Aku belum bertaubat dari sebagian di antaranya, dan Engkau tetap menutup aibku meskipun aku sering lalai.
Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku. Terimalah amal kebaikan yang Engkau ridhai dariku, dan jangan Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia dan Maha Penyayang.
Dalil Istighfar dalam Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.”
(QS. An-Nur: 31)
Ayat ini menegaskan bahwa keberuntungan seorang muslim bergantung pada taubat dan kembali kepada Allah.
Pandangan Ulama tentang Doa Akhir Tahun
Syekh Abdul Hamid Quddus al-Makki dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur menjelaskan bahwa umat Islam membaca doa akhir tahun sebanyak tiga kali.
Ia menyebutkan bahwa ketika seorang muslim membaca doa ini dengan ikhlas, setan merasa gagal menyesatkannya sepanjang tahun.
Teks dalam kitab tersebut menyebutkan:
يُقْرَأُ ثَلَاثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ: تَعِبْنَا مَعَهُ طُولَ السَّنَةِ، وَأَفْسَدَ فِعْلَنَا فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ
Artinya: Setan berkata bahwa mereka telah bersusah payah sepanjang tahun, tetapi seluruh usaha itu rusak hanya dalam satu waktu singkat.
Doa ini mengajak setiap muslim untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Ia menilai kembali seluruh amal yang ia lakukan selama satu tahun.
Muhasabah membantu seseorang memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kualitas ibadah. Dengan cara itu, ia bisa memasuki tahun baru dengan pribadi yang lebih baik.
Pergantian tahun Hijriyah memberi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbarui niat dan meningkatkan ibadah. Seorang muslim menutup tahun dengan istighfar dan membuka tahun baru dengan tekad baru.
Doa akhir tahun menunjukkan bahwa setiap manusia selalu memiliki peluang untuk berubah menjadi lebih baik.(ust)









Komentar