Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenag, KLH, dan Kemendikdasmen luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata demi memperkuat pelestarian lingkungan di sekolah.(poto: kemenag Jambi).

Kemenag, KLH, dan Kemendikdasmen luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata demi memperkuat pelestarian lingkungan di sekolah.(poto: kemenag Jambi).

Jakarta, Dorlanhikmah.com – Tiga instansi pemerintah meresmikan inisiatif bersama melalui Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata guna memperkuat perlindungan lingkungan di satuan pendidikan. Kementerian Agama menggelar agenda peluncuran program ini bersama Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen masyarakat bersahabat erat dengan alam raya. Ia menekankan pentingnya menghidupkan semangat ukhuwwah makhluqiyyah atau tali persaudaraan tulus sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Kegiatan bertajuk “Mengawali Langkah Bersama untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan” ini mengumpulkan para pengambil kebijakan lintas kementerian. Pertemuan akbar tersebut menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat.

Ratusan pendidik beserta perwakilan siswa sekolah umum dan madrasah memadati arena peluncuran nasional tersebut. Seluruh peserta menyatukan visi demi menghentikan ancaman kerusakan lingkungan hidup sedini mungkin.

Peran Bahasa Agama Jadi Pengawas Batin Penjaga Alam

Menag menegaskan bahwa manusia tidak boleh memperlakukan alam semesta sekadar sebagai objek mati yang bebas mereka eksploitasi. Ia memperingatkan bahwa kiamat akan tiba lebih cepat jika manusia terus mengeksploitasi alam tanpa batas moral.

Baca Juga :  Program Pesantren Warga Binaan Sumbar Resmi Diluncurkan, Libatkan 645 Narapidana dari 23 Lapas dan Rutan

Pendekatan doktrin agama memegang peranan krusial sebagai pengawas batin dalam memandu sikap hidup setiap insan. Menag menilai benteng batin ini mampu mencegah kejahatan perusakan hutan meski aparat kepolisian tidak berpatroli langsung di lapangan.

Kementerian Agama kini mendorong adopsi konsep penyelamatan bumi berbasis bahasa agama ini hingga panggung internasional. Menag juga menyiapkan ratusan ribu lembaga pendidikan keagamaan binaannya untuk segera mengintegrasikan kurikulum pelestarian alam tersebut.

Sinergi trilateral ini meramu ketegasan payung regulasi, muatan kurikulum pendidikan, serta kekuatan fondasi spiritual keagamaan. Kemenag berupaya keras mengoptimalkan kontribusi alam sekitar demi menopang kemakmuran hidup umat manusia.

KLH Adopsi Konsep Persaudaraan Makhluk Tangkal Cemaran Plastik

Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat langsung menyambut hangat seruan kolaborasi pelestarian lingkungan tersebut. KLH resmi menetapkan konsep ukhuwwah makhluqiyyah sebagai pilar penggerak utama dalam memelihara keanekaragaman hayati nusantara.

Baca Juga :  Khutbah Jumat: 3 Sifat Utama Muslim Sejati

Jumhur menyoroti krisis perilaku membuang sampah sembarangan yang kini mencemari aliran sungai. Kebiasaan buruk warga tersebut akhirnya meracuni habitat laut lewat ledakan partikel mikroplastik pada tubuh ikan.

Pemerintah memancangkan tiga landasan pokok tobat ekologis untuk mengikis krisis polusi sampah ini. Masyarakat wajib menyadari kekeliruan masa lalu, menghentikan aksi perusakan, serta melancarkan kerja nyata pemulihan lingkungan.

Kemendikdasmen pun menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal pembentukan karakter peduli lingkungan sejak bangku sekolah dasar. Pihak kementerian menanamkan kebiasaan hidup bersih ini secara konsisten agar lingkungan sekolah tumbuh aman, tertib, dan nyaman.

Perpaduan pengawasan batin berbasis nilai religi dan pembiasaan etika di sekolah menciptakan ekosistem konservasi yang berkelanjutan. Langkah terpadu ini membuka harapan baru bagi masa depan bumi Indonesia yang jauh lebih hijau.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Masjid Megah dan Terbesar di Jambi Menjadi Destinasi Wisata Religi Bersejarah
Mengapa Lombok Menyandang Predikat Pulau Seribu Masjid?
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khotbah Hari Santri 2026: Jihad Baru Menuju Masa Depan

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:38 WIB

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat Hari Santri: Mengganti Peran Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:33 WIB

Pusat Studi Al-Qur'an menggelar diskusi keagamaan memperingati Hari Santri 2026 di Tangerang Selatan.(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Nilai Pesantren Jadi Kompas Hadapi Era AI

Kamis, 22 Okt 2026 - 14:57 WIB