Jakarta, Dorlanhikmah.com – Tiga instansi pemerintah meresmikan inisiatif bersama melalui Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata guna memperkuat perlindungan lingkungan di satuan pendidikan. Kementerian Agama menggelar agenda peluncuran program ini bersama Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen masyarakat bersahabat erat dengan alam raya. Ia menekankan pentingnya menghidupkan semangat ukhuwwah makhluqiyyah atau tali persaudaraan tulus sesama makhluk ciptaan Tuhan.
Kegiatan bertajuk “Mengawali Langkah Bersama untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan” ini mengumpulkan para pengambil kebijakan lintas kementerian. Pertemuan akbar tersebut menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat.
Ratusan pendidik beserta perwakilan siswa sekolah umum dan madrasah memadati arena peluncuran nasional tersebut. Seluruh peserta menyatukan visi demi menghentikan ancaman kerusakan lingkungan hidup sedini mungkin.
Peran Bahasa Agama Jadi Pengawas Batin Penjaga Alam
Menag menegaskan bahwa manusia tidak boleh memperlakukan alam semesta sekadar sebagai objek mati yang bebas mereka eksploitasi. Ia memperingatkan bahwa kiamat akan tiba lebih cepat jika manusia terus mengeksploitasi alam tanpa batas moral.
Pendekatan doktrin agama memegang peranan krusial sebagai pengawas batin dalam memandu sikap hidup setiap insan. Menag menilai benteng batin ini mampu mencegah kejahatan perusakan hutan meski aparat kepolisian tidak berpatroli langsung di lapangan.
Kementerian Agama kini mendorong adopsi konsep penyelamatan bumi berbasis bahasa agama ini hingga panggung internasional. Menag juga menyiapkan ratusan ribu lembaga pendidikan keagamaan binaannya untuk segera mengintegrasikan kurikulum pelestarian alam tersebut.
Sinergi trilateral ini meramu ketegasan payung regulasi, muatan kurikulum pendidikan, serta kekuatan fondasi spiritual keagamaan. Kemenag berupaya keras mengoptimalkan kontribusi alam sekitar demi menopang kemakmuran hidup umat manusia.
KLH Adopsi Konsep Persaudaraan Makhluk Tangkal Cemaran Plastik
Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat langsung menyambut hangat seruan kolaborasi pelestarian lingkungan tersebut. KLH resmi menetapkan konsep ukhuwwah makhluqiyyah sebagai pilar penggerak utama dalam memelihara keanekaragaman hayati nusantara.
Jumhur menyoroti krisis perilaku membuang sampah sembarangan yang kini mencemari aliran sungai. Kebiasaan buruk warga tersebut akhirnya meracuni habitat laut lewat ledakan partikel mikroplastik pada tubuh ikan.
Pemerintah memancangkan tiga landasan pokok tobat ekologis untuk mengikis krisis polusi sampah ini. Masyarakat wajib menyadari kekeliruan masa lalu, menghentikan aksi perusakan, serta melancarkan kerja nyata pemulihan lingkungan.
Kemendikdasmen pun menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal pembentukan karakter peduli lingkungan sejak bangku sekolah dasar. Pihak kementerian menanamkan kebiasaan hidup bersih ini secara konsisten agar lingkungan sekolah tumbuh aman, tertib, dan nyaman.
Perpaduan pengawasan batin berbasis nilai religi dan pembiasaan etika di sekolah menciptakan ekosistem konservasi yang berkelanjutan. Langkah terpadu ini membuka harapan baru bagi masa depan bumi Indonesia yang jauh lebih hijau.(ust)







Komentar