Jambi, dorlanhikmah.com – Kafilah Provinsi Jambi sukses menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang. Capaian positif delegasi daerah ini menuai apresiasi langsung dari jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Jambi, Dr. H. Abd Rahman, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa torehan prestasi tersebut membuktikan kualitas bibit qari dan qariah asal Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah di panggung nasional.
Prestasi bergengsi lahir dari cabang Tilawah Anak-anak melalui keberhasilan Abyzar Ramadhan yang menyabet gelar Juara I Nasional. Siswa MTsN 5 Batanghari tersebut tampil memukau dewan hakim lewat lantunan ayat suci Al-Qur’an yang sangat merdu dan fasih.
Kafilah Jambi kembali menambah daftar kemenangan lewat torehan membanggakan pada cabang Tilawah Remaja Putri. Helfina Eka Pumiyo mengukuhkan kedudukannya dengan merebut posisi Juara II Nasional setelah bersaing ketat dengan perwakilan provinsi lain.
Akumulasi perolehan skor dari seluruh cabang perlombaan akhirnya menempatkan Provinsi Jambi pada peringkat ke-13 nasional. Posisi ini menunjukkan daya saing Kafilah Jambi yang terus meningkat di tengah kompetisi yang sangat ketat antarprovinsi se-Indonesia.
Abd Rahman menyampaikan kabar gembira dan catatan capaian kafilah tersebut saat memimpin apel pagi di halaman Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Rabu (30/9/2026). Di hadapan ratusan pegawai, ia menggarisbawahi pentingnya rasa syukur atas seluruh ikhtiar yang telah membuahkan hasil manis di Kota Semarang.
Ia menyebut keberhasilan anak-anak asuhannya tidak lepas dari doa tulus serta dukungan penuh seluruh keluarga besar Kemenag. Semangat kebersamaan seluruh pegawai menjadi energi tambahan bagi para kafilah selama menuntaskan rangkaian perlombaan dari babak awal hingga final.
“Berkat doa Bapak dan Ibu semua, anak-anak kita dalam keadaan sehat walafiat dan dapat menoreh prestasi,” ungkap Abd Rahman dalam amanatnya. Ia mengapresiasi ketahanan fisik dan mental para peserta yang tetap prima selama mengikuti kompetisi di Semarang.
Menakar Potensi Juara Kafilah Jambi di Semarang
Selain memberikan apresiasi, Abd Rahman memaparkan hasil evaluasi mendalam terkait performa seluruh kafilah selama bertanding di arena MTQ Nasional XXXI. Berdasarkan pemetaan dewan pembina, sekitar 18 peserta menunjukkan potensi besar untuk menyabet gelar juara pada masa mendatang.
Belasan talenta muda tersebut memperlihatkan teknik membaca serta penguasaan materi yang mumpuni saat tampil di panggung utama. Kemenag memandang aset berharga ini membutuhkan sentuhan bimbingan yang terarah agar mampu meraih podium tertinggi pada edisi berikutnya.
Ia menilai potensi besar ini tidak boleh berhenti begitu saja setelah kepulangan mereka dari ajang tingkat nasional. Pihak kementerian menyiapkan langkah tindak lanjut yang nyata untuk mengasah kemampuan teknis para qari dan qariah berbakat tersebut.
Kafilah Jambi membutuhkan pendampingan berkelanjutan dari para pelatih berpengalaman agar kualitas bacaan mereka semakin matang. Langkah evaluasi menyeluruh ini menjadi fondasi awal sebelum jajaran pelatih merumuskan strategi pembinaan pada tahun-tahun berikutnya.
Penguatan Pembinaan Berkelanjutan Menuju Target Sepuluh Besar
Guna memaksimalkan potensi 18 peserta tersebut, Abd Rahman mendorong penguatan program pembinaan qari dan qariah sejak tingkat kabupaten/kota. Langkah pembinaan dari akar rumput ini menjamin regenerasi peserta MTQ berjalan secara berkesinambungan di seluruh wilayah Provinsi Jambi.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan pelaksanaan pemusatan latihan atau training center (TC) secara lebih intensif dan terjadwal. Pelatihan terpusat yang matang akan membiasakan para peserta menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional dengan rasa percaya diri tinggi.
Langkah terstruktur ini menjadi syarat mutlak bagi kontingen daerah untuk mendongkrak peringkat ke jajaran elite nasional. Kemenag Jambi memasang target ambisius untuk menembus posisi bergengsi pada gelaran MTQ Nasional berikutnya.
“Kita ingin tahun depan insyaallah masuk 10 besar. Untuk itu, pembinaan harus terus kita lakukan dan lebih masif,” tegas Abd Rahman dengan penuh optimisme. Target tersebut menuntut kerja sama erat antara pemerintah daerah, pelatih, serta lembaga keagamaan di daerah.
Pada penutup arahannya, Kabid Penais kembali menghaturkan ucapan terima kasih mendalam atas kekompakan seluruh aparatur Kemenag Jambi. Dukungan moral yang tak terputus dari awal pemberangkatan hingga kepulangan kafilah menjadi faktor penentu suksesnya langkah delegasi daerah di Semarang.
Sinergi yang solid antarlembaga ini diharapkan terus terjaga demi mengantarkan Kafilah Jambi meraih prestasi yang jauh lebih gemilang. Semangat gotong royong ini menjadi modal utama dalam mempersiapkan generasi Al-Qur’an Jambi yang berdaya saing tinggi.(ust)










Komentar