Jakarta, dorlanhikmah.com – Proses seleksi petugas haji 2027 untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah resmi bergulir saat ini. Kementerian Agama membuka pendaftaran seleksi ini bagi calon petugas yang ingin mendampingi jemaah Indonesia di Tanah Suci.
Kementerian Haji dan Umrah menyediakan berbagai macam pilihan posisi untuk mendampingi jemaah. Posisi tersebut mencakup pembimbing ibadah kloter hingga petugas pelayanan lapangan di Arab Saudi.
Petugas terlatih memiliki peran mendasar dalam menjamin kelancaran ibadah seluruh jemaah Indonesia. Mereka mengurus berbagai kebutuhan mendasar mulai dari pelayanan kesehatan, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi.
Peserta harus melewati seleksi administrasi sebelum melangkah ke ujian berbasis komputer. Peserta dengan peringkat nilai administrasi tertinggi berhak melanjutkan perjuangan ke tahap seleksi Computer Assisted Test.
Jadwal Penting Pendaftaran Dan Pelaksanaan Tes CAT Kemenhaj
Panitia penyelenggara membuka masa pendaftaran berkas administrasi hingga tanggal 31 Agustus 2026. Para pendaftar wajib mengunggah seluruh dokumen persyaratan secara cermat sebelum batas waktu tersebut berakhir.
Peserta yang lolos verifikasi berkas akan mengikuti ujian tes CAT pada 5 September 2026. Panitia menjadwalkan pengumuman kelulusan tes tersebut sehari setelahnya, yaitu pada 6 September 2026.
Peserta yang berhasil lulus tes CAT masih harus menjalani pemeriksaan kesehatan fisik menyeluruh. Setelah lolos pemeriksaan medis, peserta akan mengikuti pendidikan serta pelatihan resmi dari pihak kementerian.
Pelatihan khusus ini bertujuan membekali petugas agar siap menghadapi berbagai situasi di lapangan. Penguji mengukur kompetensi, tingkat pengetahuan, serta kesiapan mental para calon petugas melalui serangkaian tes.
Panduan Kisi-Kisi Materi Dan Contoh Soal Ujian Seleksi
Materi ujian CAT mencakup pemahaman mendalam mengenai fikih haji dan tata cara ibadah. Peserta wajib mempelajari lokasi miqat makani, hukum tawaf wada, hingga ketentuan nafar awal.
Soal ujian juga menguji pengetahuan peserta mengenai regulasi dan penggunaan aplikasi digital haji. Peserta perlu memahami aplikasi Saudi Visa Bio serta mekanisme penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji.
Selain materi ibadah, penguji menyajikan soal seputar manajemen operasional pelayanan jemaah di Arab Saudi. Materi ini mencakup pembagian tiga Daerah Kerja serta rute transportasi penting di kawasan Armuzna.
Petugas lapangan harus menguasai prosedur darurat seperti pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk jemaah. Penguasaan bahasa Arab dasar dan pemahaman jenis vaksin wajib meningitis juga masuk dalam materi penilaian.
Calon peserta dapat mematangkan persiapan dengan rutin mengulas contoh soal dan membaca buku manasik terbaru. Latihan soal secara konsisten membantu peserta memahami pola pertanyaan serta menyelesaikan ujian tepat waktu.(ar)










Komentar