Profil Dr Mohammad Kamal Ismail Arsitek Perluasan Masjidil Haram

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Arsitek perluasan Masjidil Haram bernama Dr. Mohammad Kamal Ismail.(poto: istimewa).

Arsitek perluasan Masjidil Haram bernama Dr. Mohammad Kamal Ismail.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Kemegahan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah senantiasa memukau jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia. Sosok jenius di balik rancangan megah tersebut adalah arsitek perluasan Masjidil Haram bernama Dr. Mohammad Kamal Ismail.

Pria kelahiran Mit Ghamr, Provinsi Dakahlia, Mesir pada 13 September 1908 ini sudah menunjukkan kecerdasan luar biasa sejak kecil. Pemerintah Mesir bahkan mengirimnya ke Eropa sebagai kandidat termuda untuk program doktoral setelah ia menyelesaikan pendidikan sekolah menengah.

Prestasi akademisnya begitu cemerlang hingga berhasil meraih tiga gelar doktor dalam bidang Arsitektur Islam. Raja Mesir saat itu mengapresiasi pencapaian tersebut dengan menganugerahkan syal “Nil” serta pangkat “Besi”.

Keahlian tinggi Dr. Mohammad Kamal Ismail membuat Raja Fahd bin Abdulaziz Al-Saud menunjuknya secara langsung untuk memimpin proyek perluasan. Sang arsitek mengusulkan penggunaan marmer khusus penolak panas guna melapisi seluruh area lantai Masjidil Haram.

Marmer langka berbahan anti-panas tersebut hanya bisa didapatkan dari sebuah gunung kecil yang terletak di Yunani. Dr. Mohammad Kamal Ismail bertolak langsung ke Yunani untuk menandatangani kontrak pembelian marmer dalam jumlah yang sangat besar.

Ia membeli hampir separuh dari ketersediaan marmer gunung tersebut demi melapisi dasar tempat suci di Kota Makkah. Pemasangan marmer Yunani di lantai Masjidil Haram pun berjalan lancar hingga seluruh prosesnya rampung dengan sempurna.

Baca Juga :  Wali Kota Sungai Penuh Beri Dukungan Penuh Kafilah MTQ Provinsi Jambi

Penemuan Ajaib Marmer Yunani Pembawa Sejuk Masjid Nabawi

Selang 15 tahun kemudian, pemerintah Arab Saudi kembali menghubungi dirinya untuk melapisi area Masjid Nabawi menggunakan material serupa. Dr. Mohammad Kamal Ismail sempat bingung karena transaksi pembelian marmer Yunani tersebut sudah berlangsung sangat lama.

Ia segera terbang kembali ke Yunani untuk menemui pimpinan perusahaan pembuat marmer guna menanyakan sisa persediaan. Pimpinan perusahaan menyampaikan bahwa seluruh sisa marmer telah habis terjual tak lama setelah pembelian pertama 15 tahun lalu.

Rasa sedih sempat menyelimuti hatinya, namun ia memohon bantuan sekretaris perusahaan untuk memeriksa catatan pembeli terakhir. Sekretaris perusahaan membutuhkan waktu beberapa hari untuk membongkar kembali arsip lama demi menemukan data transaksi tersebut.

Keajaiban datang ketika sekretaris perusahaan memberi tahu bahwa pembeli sisa marmer tersebut berasal dari sebuah perusahaan Arab Saudi. Dr. Mohammad Kamal Ismail mendapati fakta mengejutkan itu dan segera terbang menuju Arab Saudi pada hari yang sama.

Ia mendatangi kantor perusahaan pembeli marmer dan menemui Direktur Admin untuk menanyakan keberadaan material penolak panas itu. Direktur Admin sempat lupa, lalu menghubungi bagian gudang untuk memastikan stok marmer Yunani yang pernah mereka beli.

Petugas gudang mengonfirmasi bahwa seluruh stok marmer Yunani masih utuh tersimpan dan belum pernah dipakai sama sekali. Tangis haru Dr. Mohammad Kamal Ismail pecah seketika saat mendengar kabar membahagiakan tersebut di depan pimpinan perusahaan.

Baca Juga :  Seleksi Guru Agama Sekolah Rakyat Perketat Uji Baca Kitab Suci

Keikhlasan Arsitek Muslim Menolak Cek Kosong Raja Fahd

Setelah mendengar kisah pelayanan dua masjid suci, pimpinan perusahaan tersebut menolak pembayaran dan menyerahkan seluruh marmer secara cuma-cuma. Marmer khusus penolak panas itu akhirnya berhasil terpasang rapi mengelilingi seluruh lantai Masjid Nabawi di Kota Madinah.

Raja Fahd bersama Perusahaan Bin Laden memberikan cek kosong sebagai bentuk apresiasi tinggi atas keberhasilan proyek megah tersebut. Dr. Mohammad Kamal Ismail menolak pemberian uang bernilai fantastis itu dengan penuh kesantunan dan kerendahan hati.

Ia merasa malu jika harus menerima imbalan materi atas pekerjaan mulia merancang dua tempat paling suci umat Islam. Keputusan tersebut mencerminkan dedikasi murni serta ketulusan hatinya dalam mengabdi tanpa mengharapkan imbalan duniawi.

Kehidupan pribadinya dipenuhi ujian berat ketika ia kehilangan istri dan anak tunggalnya saat proses persalinan setelah menikah di usia 44 tahun. Ia memilih hidup menyendiri sambil terus beribadah hingga menghembuskan napas terakhir pada 2 Agustus 2008.

Kisah dedikasinya selaras dengan nasihat Mbah Moen tentang pentingnya menolong sesama makhluk hidup meski terlihat sangat kecil. Kebaikan tulus seperti yang dicontohkan sang arsitek menjadi ikhtiar berharga untuk meraih ampunan Allah SWT di akhirat.(ust)

Berita Terkait

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari
Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda
Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren
Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026
Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat
Dua Tahun Kawal Asta Cita, Kemenag Perkuat Pengawasan Internal Bersih Melayani
Siswa MAN IC Pekalongan Borong Tiga Medali Ajang FIKSI 2026 di Bali
Kemenag Bekukan Aktivitas Ponpes Dar Et Tauhid Bekasi Usai Kasus Asusila Terkuak
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Kemenag Latih Pendamping Santri Cegah Kekerasan di Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Jadwal Salat Kota Sungai Penuh Hari Ini Kamis 22 Oktober 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Kanwil Kemenag Jambi Kawal Rapor Dua Tahun Asta Cita demi Manfaat Umat

Berita Terbaru

Tim Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi mengawal langsung survei kerukunan umat beragama di Kabupaten Batang Hari.(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Kemenag Jambi Awasi Survei Kerukunan di Batang Hari

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:56 WIB

Kegiatan gelar wicara bertajuk “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda” dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).(poto: republika).

Berita Islam

Bank BSN Rilis KPR Tenor 40 Tahun untuk Pekerja Muda

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:39 WIB

Gus Nadir.(poto: istimewa).

Pendidikan

Santri Masa Kini Mesti Kuasai AI dan Keterampilan Digital

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:32 WIB

Ponpes THOHIR YASIN Lendang Nangka-Masbagik-Lombok Timur(poto: istimewa).

Sejarah

Menelusuri Jejak Sejarah Pesantren dan Makna Santri

Jumat, 23 Okt 2026 - 13:17 WIB

Isim Isyarah.

Bahasa Arab

Panduan Lengkap Isim Isyarah: Jenis dan Contoh Kalimat

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:56 WIB