NTT, dorlanhikmah.com – Dompet Dhuafa segera mengerahkan tim relawan untuk merespons darurat gempa bumi Nagekeo NTT yang berkekuatan 7,7 magnitudo. Bencana alam ini mengguncang wilayah tersebut dengan kedalaman 10 kilometer pada Sabtu pagi.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini memimpin langsung pengerahan tim lapangan. Sebagai langkah tanggap, mereka fokus memberikan bantuan darurat kepada warga yang terdampak bencana.
Pihak yayasan menerjunkan unsur Layanan Kesehatan Cuma-cuma dan Disaster Management Center ke lokasi. Selanjutnya, gabungan personel ini bergerak cepat menjangkau titik-titik krusial di lapangan.
Aksi tanggap ini memastikan keselamatan warga di zona bahaya secara maksimal. Selain itu, relawan membawa sejumlah perlengkapan evakuasi serta bantuan logistik awal.
Pimpinan yayasan menegaskan komitmen lembaganya dalam mendampingi para penyintas gempa. Oleh karena itu, tim menyalurkan bantuan kemanusiaan secara bertahap sesuai skala prioritas kebutuhan warga.
Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa Menyisir Berbagai Wilayah Terdampak
Sejak Sabtu pagi, tim gabungan menyisir sejumlah wilayah secara intensif. Wilayah tersebut mencakup Nagekeo atau Mbay, Sikka, dan Manggarai Barat.
Petugas juga menjangkau Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Alor, hingga Lembata. Kemudian, tim gabungan terus memantau daerah lain yang berpotensi terdampak susulan.
Petugas melakukan asesmen mendalam terkait berbagai kebutuhan darurat warga. Mereka memetakan kebutuhan dapur umum serta logistik dasar di lokasi bencana.
Hasil asesmen ini menjadi acuan utama tim dalam menyalurkan bantuan lanjutan. Karena itu, relawan berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk mempercepat pendataan korban.
Distribusi logistik difokuskan pada titik pengungsian yang menampung banyak jiwa. Relawan memastikan bantuan tepat sasaran dan warga menerima langsung bantuan tersebut.
Layanan Kesehatan Cuma Cuma Mendirikan Posko Medis Darurat
Tim LKC Dompet Dhuafa mendirikan pos kesehatan darurat di Ronting. Posko ini melayani warga yang mengalami luka-luka akibat guncangan gempa.
Tenaga medis memberikan pertolongan pertama bagi korban yang membutuhkan perawatan. Selain itu, mereka memastikan warga mendapatkan akses fasilitas kesehatan darurat dengan mudah.
Kehadiran posko kesehatan sangat krusial mengingat potensi masalah medis pascabencana. Petugas medis juga membagikan obat-obatan serta vitamin kepada warga.
Warga yang mengalami syok atau luka ringan mendapatkan penanganan intensif di posko. Karena itu, tenaga kesehatan bekerja secara bergantian demi melayani seluruh pasien.
Pemeriksaan kesehatan keliling juga dilakukan petugas untuk menjangkau warga di sudut pengungsian. Langkah ini mereka ambil untuk mencegah wabah penyakit pascagempa bumi.
Kondisi Kerusakan Parah Pada Bangunan Di Manggarai Timur
Anggota tim DMC Muhidur melaporkan kerusakan parah pada fasilitas publik setempat. Masjid Al Istiqomah Ronting roboh dan hampir rata dengan tanah.
Dampak guncangan gempa tersebut dirasakan sangat dahsyat oleh warga sekitar lokasi. Akibatnya, air laut sempat naik hingga mencapai bibir pantai.
Saksi mata menyebutkan getaran gempa sangat kuat hingga membuat warga panik. Mereka menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari potensi tsunami.
Kerusakan infrastruktur rumah warga juga terlihat masif di beberapa titik kecamatan. Tim terus mendata jumlah kerugian materiil akibat bencana dahsyat ini.
Pemerintah bersama lembaga kemanusiaan terus mengimbau warga agar tetap waspada. Koordinasi intensif terus dilakukan guna mempercepat proses pemulihan pascabencana.(ust)










Komentar