Jakarta, dorlanhikmah.com – Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menerima bantuan wakaf ambulans muktamar nu berupa dua unit armada medis dan 1.000 mushaf Alquran pada Jumat (7/8). Yayasan Anugerah Nusantara Al Mubarokah menyalurkan bantuan tersebut guna mendukung kelancaran perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada 27–31 Agustus mendatang.
Ketua Majelis Pengasuh Majelis Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH M Hasib Wahab Hasbullah menyambut langsung kedatangan rombongan donatur di kompleks pesantren. Pihak pengelola pesantren menempatkan armada kesehatan ini sebagai prioritas utama penanganan medis para peserta muktamar.
Dukungan Fasilitas Layanan Kesehatan Bagi Para Kiai Sepuh
Kiai Hasib menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan tersebut akan memberikan pertolongan darurat bagi kiai dan peserta lanjut usia. Petugas medis dapat memanfaatkan peralatan medis darurat yang sudah terpasang lengkap di dalam kabin kendaraan tersebut.
Langkah penyiapan sarana kesehatan ini menjadi bentuk ikhtiar nyata panitia lokal dalam menyambut puluhan ribu tamu dari seluruh Nusantara. Pihak pesantren ingin menjamin kenyamanan serta keselamatan para ulama selama mengikuti seluruh rangkaian musyawarah tertinggi organisasi Islam tersebut.
Kiai Hasib menganggap kehadiran armada medis tersebut sebagai wujud keberkahan serta kemudahan dari Allah SWT menjelang pelaksanaan acara besar ini. Panitia terus mengintensifkan berbagai persiapan tempat maupun logistik agar hajatan nasional umat Islam ini berjalan sukses tanpa kendala.
Pesantren Tambakberas terus menuntaskan pembenahan berbagai fasilitas pendukung untuk menyambut kedatangan para utusan dari berbagai daerah. Pengasuh pesantren memohon doa serta dukungan seluruh warga nahdliyin agar seluruh rangkaian agenda muktamar berlangsung khidmat.
Komitmen Penguatan Pesantren Melalui Program Sosial Serta Keagamaan
Bantuan kendaraan operasional medis dari YANMU terdiri atas satu unit Toyota HiAce dan satu unit Daihatsu Luxio. Perwakilan lembaga donor menyerahkan secara simbolis kunci kendaraan beserta ribuan kitab suci Alquran kepada jajaran pengasuh pesantren.
Wakil Ketua Umum YANMU Syahdhana H Baswara menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperkuat peran strategis lembaga pendidikan pesantren. Pihaknya konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor sosial, pendidikan, keagamaan, hingga layanan kesehatan dasar.
Syahdhana berharap dua unit kendaraan tersebut membawa dampak positif yang luas bagi kalangan santri dan masyarakat sekitar Jombang. Fasilitas ini tidak hanya berguna selama perhelatan muktamar, tetapi juga mendukung operasional pelayanan kemanusiaan pesantren secara berkelanjutan.
Lembaga donor tersebut merancang bantuan Alquran untuk memperkuat kegiatan tadarus serta kajian keislaman di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Para santri dapat memanfaatkan mushaf Alquran baru tersebut untuk memperdalam hafalan dan pembacaan kitab suci sehari-hari.
Rangkaian Rihlah Kemanusiaan YANMU Ke Pesantren Jawa Timur
Penyerahan bantuan di Jombang menandai awal dari rangkaian Rihlah Kemanusiaan YANMU ke sejumlah pondok pesantren besar di Jawa Timur. Rombongan lembaga sosial ini bergerak melintasi beberapa kabupaten untuk menyalurkan berbagai program kepedulian umat secara langsung.
Setelah menyelesaikan agenda di Jombang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo di Kabupaten Situbondo pada Sabtu (8/8). Rombongan menemui para pengasuh pesantren setempat untuk menyerahkan paket bantuan keagamaan serta menjalin silaturahmi erat.
Perjalanan kemanusiaan tersebut berlanjut ke wilayah Kabupaten Jember pada Minggu (9/8) dengan mendatangi dua pesantren sekaligus. Tim YANMU mendatangi Pesantren Habib Alwi Gumukmas serta Pesantren Bustanul Ma’arif Gumukmas untuk menyalurkan dukungan serupa.
Rangkaian safari ramah tamah ini memperkuat sinergi antara yayasan sosial dan pesantren dalam membina keagamaan masyarakat Jawa Timur. YANMU berkomitmen terus memperluas jangkauan program bakti sosial ke berbagai daerah lain di Indonesia pada masa mendatang.(ust)










Komentar