Tiga Golongan Orang Beriman Masuk Surga Menurut Dalil

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga golongan orang beriman masuk surga berdasarkan Al-Qur’an dan hadis, tanpa hisab( ilustrasi poto : muslim.or.id )

Tiga golongan orang beriman masuk surga berdasarkan Al-Qur’an dan hadis, tanpa hisab( ilustrasi poto : muslim.or.id )

Jakarta, dorlanhikmah.com – Dalam ajaran Islam, Allah menetapkan bahwa setiap orang beriman akan masuk surga, namun Allah membagi mereka ke dalam tiga golongan ahli surga berdasarkan amal, tauhid, dan proses hisab di akhirat.

Perbedaan ini terjadi karena tingkat keimanan dan kualitas amal setiap manusia tidak sama, sehingga Allah memberikan balasan dengan cara yang berbeda pula.

Sebagian orang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab, sebagian lainnya melewati hisab tanpa siksa, dan sebagian lagi melewati proses hisab serta azab terlebih dahulu sebelum akhirnya Allah memasukkan mereka ke dalam surga. Semua ini menunjukkan keadilan dan rahmat Allah yang sangat luas.

Pembagian Tiga Golongan Orang Beriman

1. Masuk Surga Tanpa Hisab dan Tanpa Azab

Golongan pertama adalah orang-orang yang Allah masukkan ke dalam surga tanpa melalui proses hisab dan tanpa merasakan azab sedikit pun. Mereka mendapatkan kemuliaan tertinggi karena kesempurnaan tauhid yang mereka jaga selama hidup di dunia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan hal ini dalam sebuah hadis yang sangat terkenal. Beliau bersabda:

يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا ‌بِغَيْرِ ‌حِسَابٍ
قَالُوا: مَنْ هُمْ؟ يَا رَسُولَ اللَّهِ! قَالَ هُمُ الَّذِينَ لَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَلَا يَكْتَوُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
(HR. Muslim no. 218)

Artinya, “Ada tujuh puluh ribu orang dari umatku yang masuk surga tanpa hisab.” Para sahabat bertanya siapa mereka, lalu Rasulullah menjawab bahwa mereka tidak meminta ruqyah, tidak percaya pada pertanda sial, tidak melakukan pengobatan kay, dan hanya bertawakal kepada Allah.

Para ulama menjelaskan bahwa kelompok ini benar-benar memurnikan tauhid. Mereka meninggalkan syirik besar dan kecil, menjauhi bid’ah, serta menjaga amal wajib dan sunnah dengan sempurna. Mereka menempatkan tawakal kepada Allah sebagai dasar seluruh kehidupan mereka.

Syekh Shalih Al-Fauzan menjelaskan bahwa ahli tauhid terbagi menjadi tiga tingkatan, dan golongan tertinggi inilah yang disebut as-sābiqūn bil khairāt, yaitu orang yang paling cepat dalam kebaikan. Mereka masuk surga tanpa hisab karena kemurnian iman mereka.

Baca Juga :  Kritik Kaidah “Semakin Banyak Ilmu Semakin Sedikit Mengingkari”: Tinjauan Dalil dan Ulama

2. Masuk Surga Setelah Hisab Tanpa Azab

Golongan kedua adalah orang-orang beriman yang Allah hisab amalnya, tetapi Allah tidak mengazab mereka. Mereka selamat karena amal kebaikan mereka lebih berat daripada dosa-dosa mereka.

Allah berfirman:

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(QS. Al-A’raf: 8)

Artinya, siapa yang berat timbangan kebaikannya, maka mereka termasuk orang yang beruntung.

Pada hari kiamat, Allah menegakkan timbangan amal dengan sangat adil. Tidak ada sedikit pun kezaliman. Semua amal manusia akan terbuka tanpa ada yang tersembunyi.

Syekh Abdurrahman As-Sa’di menjelaskan bahwa Allah menimbang amal dengan keadilan sempurna. Orang yang kebaikannya lebih berat akan mendapatkan keselamatan, kenikmatan, dan kebahagiaan abadi.

Salah satu hadis yang menggambarkan kondisi ini adalah hadis “bithaqah”. Seorang hamba datang dengan dosa yang sangat banyak, tetapi ia memiliki satu kartu tauhid.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَتُخْرَجُ ‌بِطَاقَةٌ فِيهَا: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Ketika kartu itu ditimbang bersama catatan dosa yang sangat banyak, maka kartu tauhid tersebut lebih berat dan mengalahkan seluruh catatan keburukannya. Hal ini menunjukkan bahwa keikhlasan tauhid dapat menyelamatkan seseorang dari neraka selama ia tidak melakukan syirik.

3. Masuk Surga Setelah Hisab dan Setelah Azab

Golongan ketiga adalah orang-orang beriman yang memiliki dosa besar lebih banyak daripada amal kebaikannya. Mereka tetap memiliki iman, tetapi mereka tidak selamat dari siksa awal di neraka.

Allah menghisab mereka terlebih dahulu, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka sesuai kadar dosa yang mereka lakukan. Setelah itu, Allah mengeluarkan mereka dari neraka dan memasukkan mereka ke dalam surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَخْرُجُ ‌مِنَ ‌النَّارِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَكَانَ فِي قَلْبِهِ مِنَ الْخَيْرِ مَا يَزِنُ ذَرَّةً
(HR. Bukhari no. 7410, Muslim no. 193)

Hadis ini menunjukkan bahwa iman sekecil apa pun tetap memberikan harapan keselamatan. Bahkan seseorang yang memiliki kebaikan seberat zarrah pun dapat keluar dari neraka dengan izin Allah.

Baca Juga :  Kesehatan Mental dalam Islam: Sabar, Takdir, dan Ketenangan Jiwa

Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa sebagian orang keluar dari neraka karena syafaat:

يَخْرُجُ ‌قَوْمٌ ‌مِنَ ‌النَّارِ بِشَفَاعَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُسَمَّوْنَ الْجَهَنَّمِيِّينَ
(HR. Bukhari no. 6566)

Mereka disebut Jahannamiyun, yaitu orang-orang yang pernah masuk neraka lalu Allah keluarkan dan masukkan ke dalam surga melalui syafaat Nabi Muhammad ﷺ.

Syekh Hafizh Ahmad Hakami menjelaskan bahwa pelaku dosa besar dari kalangan ahli tauhid terbagi menjadi tiga kelompok.

Pertama, orang yang kebaikannya lebih berat dari dosa. Mereka langsung masuk surga tanpa azab.

Kedua, orang yang kebaikan dan keburukannya seimbang. Mereka berada di antara surga dan neraka dalam waktu tertentu, kemudian Allah masukkan ke surga.

Ketiga, orang yang dosa mereka lebih berat. Mereka masuk neraka terlebih dahulu, kemudian keluar dengan syafaat dan rahmat Allah.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa Allah tetap menjaga iman sebagai faktor utama keselamatan, meskipun amal seseorang tidak sempurna.

Rahmat Allah dan Syafaat

Allah membuka pintu rahmat melalui syafaat para nabi, malaikat, dan orang-orang saleh. Namun syafaat tetap terjadi dengan izin Allah, bukan karena kehendak makhluk semata.

Allah menegaskan bahwa tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya. Hal ini menegaskan bahwa seluruh keputusan akhir tetap berada di tangan Allah.

Pembagian tiga golongan ini memberikan pelajaran besar bagi umat Islam. Setiap Muslim harus menjaga tauhid, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi dosa besar.

Orang beriman tidak boleh merasa aman dari azab Allah, tetapi juga tidak boleh putus asa dari rahmat-Nya. Keseimbangan antara takut dan harap menjadi kunci utama dalam perjalanan menuju akhirat.(ust)

Berita Terkait

Mengenal Ilmu Rijalul Hadis untuk Menjaga Keaslian Riwayat Nabi
Mengenal Makna Rawi dalam Ilmu Hadist
Memahami Matan: Jantung Teks Hadis dan Tradisi Kitab Kuning
Memahami Sanad Hadis: Penjaga Kemurnian Ajaran Islam
Hati Terkunci Akibat Sengaja Tinggalkan Shalat Jumat
Malaikat Penatap Sangkakala Kiamat: Rahasia Kesiapan Mukmin
Panduan Lengkap Mimpi Buruk dalam Islam: Penyebab, Dalil, dan Adab Menyikapinya
Keistimewaan Pohon Bidara Menurut Alquran dan Sunnah Nabi
Berita ini 33 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:01 WIB

Mengenal Ilmu Rijalul Hadis untuk Menjaga Keaslian Riwayat Nabi

Minggu, 1 November 2026 - 13:43 WIB

Mengenal Makna Rawi dalam Ilmu Hadist

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Memahami Matan: Jantung Teks Hadis dan Tradisi Kitab Kuning

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Memahami Sanad Hadis: Penjaga Kemurnian Ajaran Islam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Hati Terkunci Akibat Sengaja Tinggalkan Shalat Jumat

Berita Terbaru

Ilustrasi Tafsir AL-qur'an.(poto: dorlanhikmah.com).

Al-Qur'an

Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 3

Rabu, 4 Nov 2026 - 06:18 WIB

Tafsir Al-Quran.(poto: istimewa).

Al-Qur'an

Rahasia Huruf Muqatta’ah Pembuka Surah Al-Baqarah Ayat 1

Rabu, 4 Nov 2026 - 06:05 WIB

Pemerintah Provinsi Jambi resmi membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi pada Minggu (1/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

Pembukaan MTQH ke-55 Jambi: Dorong Lahirnya Generasi Qurani

Rabu, 4 Nov 2026 - 05:56 WIB

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto, membuka Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi di lapangan Kantor Wali Kota Jambi pada Minggu (1/11/2026).(poto: jambi.kemenag.go.id).

Berita Islam

MTQH Jambi 2026: Kakanwil Kemenag Dorong Ekoteologi dan Wakaf

Rabu, 4 Nov 2026 - 05:52 WIB