Menteri Agama Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Diplomasi Keagamaan dalam IGIC 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(poto: kemenag.go.id).

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(poto: kemenag.go.id).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa peran diplomasi keagamaan dunia sangat krusial untuk membangun kepercayaan global. Karena itu, langkah strategis ini mampu memperkuat dialog antarumat beragama sekaligus mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Pesan penting tersebut mengemuka ketika Menag memberikan sambutan pada agenda Ambassador Gathering. Selain itu, pertemuan internasional ini menjadi bagian dari rangkaian International Grand Imam Conference (IGIC) 2026.

Diplomasi keagamaan hadir melengkapi diplomasi formal pemerintah yang kerap kali terbatas pada urusan birokrasi. Oleh sebab itu, pendekatan ini membuka ruang dialog yang lebih luas, saling memahami, dan mempererat kerja sama lintas budaya.

Selanjutnya, para pemimpin agama memegang posisi kunci dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai konflik sosial. Bahkan, mereka hadir menawarkan solusi damai di tengah gejolak persoalan kemanusiaan global yang semakin kompleks.

Nasaruddin menjelaskan bahwa tugas seorang imam saat ini sudah melampaui batasan ritual tradisional. Akibatnya, fungsi imam kini bertransformasi seiring dengan perkembangan masyarakat dunia yang saling terhubung.

Seorang imam tidak lagi sekadar memimpin salat berjamaah atau menyampaikan khutbah di atas mimbar. Sebaliknya, mereka menanggung mandat baru sebagai mediator, pendidik perdamaian, serta diplomat bagi komunitasnya.

Baca Juga :  Kaltim Juara Umum MTQ Nasional 2026 di Semarang

Dalam pidatonya di Masjid Istiqlal, Menag menggambarkan imam sebagai representasi Islam di ruang publik. Maka dari itu, imam masa kini harus mampu menjadi pembangun jembatan yang menghubungkan berbagai perbedaan kelompok.

Perubahan peran ini tentu tidak mengesampingkan fungsi utama imam sebagai pembimbing moral umat. Namun, tuntutan zaman justru memperluas kontribusi nyata mereka dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

Masjid Istiqlal Menjadi Pusat Kerjasama Internasional Kebudayaan

Masjid memiliki posisi yang sangat strategis dalam menunjang keberhasilan diplomasi berbasis keagamaan. Selain itu, Menag menekankan bahwa tempat ibadah ini menyimpan potensi besar untuk memperkuat solidaritas sosial.

Fungsi masjid mencakup pusat pendidikan, pertukaran intelektual, hingga penyedia pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan yang tepat akan mengubah masjid menjadi motor penggerak pemberdayaan umat.

Ia memberikan contoh nyata melalui peran aktif Masjid Istiqlal Jakarta di panggung internasional. Sebagai contoh, masjid terbesar di Indonesia ini konsisten menggemakan dialog lintas agama dan kerja sama global.

Istiqlal terus memfasilitasi interaksi produktif antara tokoh agama dari berbagai penjuru dunia. Hasilnya, aktivitas tersebut terbukti efektif dalam membangun pemahaman bersama dan mengikis prasangka antariman.

Baca Juga :  Menag Dorong Optimalisasi Potensi Zakat, BAZNAS Bidik Rp70 Triliun

Pemimpin Agama Bergerak Menjaga Pelestarian Lingkungan Hidup

Diplomasi keagamaan menuntut kebijaksanaan serta rasa hormat yang tinggi dalam menyampaikan ajaran agama. Oleh karena itu, Menag mengingatkan pentingnya berdakwah dengan hikmah dan tutur kata yang santun.

Pendekatan santun ini mencerminkan kedewasaan bersikap tanpa mengurangi keteguhan dalam beriman. Di samping itu, penyampaian nilai Islam yang bermartabat justru akan mengundang simpati dan penghormatan publik.

Selain urusan perdamaian, Menag mendorong pemimpin agama untuk peduli pada isu-isu lingkungan. Sebab, bahasa keagamaan memiliki kekuatan besar untuk menyentuh kesadaran moral masyarakat dalam menjaga alam.

Nilai-nilai ajaran agama dapat menjadi dasar kuat untuk menghentikan kerusakan lingkungan sekitar. Dengan demikian, tokoh agama bisa mengajak umat aktif merawat bumi sebagai bagian dari ibadah.

Acara Ambassador Gathering ini menghadirkan puluhan duta besar dan imam besar negara sahabat. Oleh sebab itu, para tokoh berkumpul untuk merumuskan langkah konkret kepemimpinan agama demi masa depan dunia.

Diskusi intensif dalam IGIC 2026 ini berpotensi menghasilkan resolusi nyata bagi harmoni global. Pada akhirnya, sinergi para pemimpin agama menjadi modal utama dalam menciptakan dunia yang lebih aman.(ust)

Berita Terkait

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis
Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah
Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng
NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026
Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Status Aset Kripto Merujuk Fatwa MUI
Seleksi Guru Agama Sekolah Rakyat Perketat Uji Baca Kitab Suci
Kemenag Rilis Tiga Langkah Perkuat Ekonomi Umat Rp1.200 Triliun
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:23 WIB

NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB