Jakarta, dorlanhikmah.com – Menteri Agama mengajak Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia untuk memperjuangkan hak kelompok minoritas Indonesia secara konsisten. Oleh karena itu, keberpihakan terhadap masyarakat rentan serta terpinggirkan perlu menjadi fokus utama generasi muda Nahdlatul Ulama.
Ia menyampaikan pesan penting tersebut saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekretariat PB IKA PMII. Selain itu, pihaknya menekankan bahwa seluruh organisasi di bawah Nahdlatul Ulama harus bergerak bersama menjaga toleransi.
Tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah selalu mengajarkan pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai dinamika sosial. Akibatnya, generasi muda harus memperhitungkan dampak setiap gerakan agar tidak menepikan kelompok tertentu.
Selanjutnya, langkah ini akan memperkuat peran pemuda dalam membangun lingkungan yang inklusif bagi semua warga. Oleh sebab itu, peringatan hari besar ini menjadi momentum tepat untuk mempertegas komitmen persatuan.
Meneladani Kepemimpinan Rasulullah Dalam Merawat Kerukunan Bangsa
Teladan kepemimpinan Rasulullah SAW saat membangun masyarakat Madinah menjadi acuan utama dalam menghargai perbedaan. Di samping itu, beliau selalu memberikan penghormatan tinggi serta perlindungan nyata terhadap kelompok lain.
Rasulullah SAW juga secara tegas mengajarkan umat untuk menghormati keberadaan rumah ibadah milik pemeluk agama lain. Hasilnya, sikap berakhlak tersebut berhasil menciptakan suasana yang harmonis sekaligus memperluas jangkauan dakwah.
Sikap toleransi tinggi tersebut tecermin saat Rasulullah SAW menerima kunjungan delegasi Kristen Najran di Masjid Nabawi. Bahkan, beliau memberi ruang khusus bagi rombongan tersebut untuk menjalankan ibadah.
Kisah bersejarah itu membuktikan bahwa ajaran Islam selalu mengedepankan prinsip penghormatan sejak awal perkembangannya. Karenanya, nilai-nilai luhur ini sangat relevan untuk terus diterapkan dalam kehidupan berbangsa.
Kader PMII memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal keberagaman serta mencegah tindakan diskriminatif. Dengan demikian, peran aktif mahasiswa sangat dibutuhkan untuk merawat keberadaan kelompok yang membutuhkan perlindungan.
Pada akhirnya, Menag berharap generasi muda NU dapat menjadi pelopor utama dalam merawat harmonisasi. Sebab, sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan akan memperkokoh persatuan bangsa.(ust)










Komentar