Menag Tegaskan Pentingnya Diplomasi Keagamaan Imam Masjid untuk Perdamaian Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 di Jakarta.(poto: kemenag.go.id).

Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 di Jakarta.(poto: kemenag.go.id).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya diplomasi keagamaan imam masjid untuk membangun harmoni di tengah berbagai konflik global. Oleh karena itu, kedekatan para pemimpin keagamaan dengan masyarakat menjadi modal utama dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian.

Menag menyampaikan gagasan tersebut saat membuka International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 di Jakarta. Selain itu, beliau mengajak seluruh pihak untuk menjadikan masjid sebagai titik temu antarumat manusia.

Peran Strategis Imam Masjid Mendorong Perdamaian Global

Sebab, imam memiliki intensitas komunikasi yang sangat tinggi dengan masyarakat melalui aktivitas ibadah rutin harian. Bahkan, intensitas perjumpaan tersebut melampaui frekuensi interaksi pemerintah atau pimpinan organisasi masyarakat.

Oleh sebab itu, pengaruh sosial yang kuat ini harus melampaui peran kepemimpinan ritual keagamaan semata. Sebaliknya, para imam perlu memperluas kontribusi mereka ke ruang sosial dan kemanusiaan.

Baca Juga :  UIN Imam Bonjol Padang Perkuat Kolaborasi Global Lewat SEIBA International Festival Ke-4

Mengingat diplomasi formal sering kali menemui jalan buntu dalam menghentikan peperangan di berbagai kawasan. Namun, pendekatan berbasis nilai moral dan kemanusiaan dapat menjadi solusi alternatif yang efektif.

Sebab, kemanusiaan merupakan titik temu universal bagi seluruh manusia tanpa memandang perbedaan latar belakang. Dengan demikian, bahasa agama hadir untuk menyentuh sisi kemanusiaan tersebut demi meredam berbagai konflik.

Penguatan Ekoteologi dan Dialog Lintas Agama Dunia

Selain isu perdamaian, Menag juga menyoroti pentingnya peran imam dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu, pemimpin agama perlu menyadarkan masyarakat untuk mencegah kerusakan alam dan eksploitasi berlebihan.

Bahkan, gagasan ekoteologi ini menjadi bagian penting dari agenda pembahasan dalam konferensi internasional tersebut. Hasilnya, masjid dapat berkembang menjadi pusat kepedulian yang mempertemukan isu keagamaan dan kelestarian alam.

Baca Juga :  Muktamar Ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Resmi Dibuka di Surakarta

Selanjutnya, Kementerian Agama merencanakan pertemuan lanjutan dengan para pimpinan rumah ibadah non-Muslim. Tentu saja, forum lintas agama tersebut bertujuan memperkuat rasa persaudaraan serta solidaritas kemanusiaan global.

Bahkan, Menag juga memperkenalkan konsep persaudaraan sesama makhluk atau ukhuwah makhluqiyah untuk memperluas jangkauan kebersamaan. Hal ini melengkapi bentuk persaudaraan keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan yang sudah ada.

Sementara itu, Ketua Panitia IGIC 2026 M Sabilul Alif mengonfirmasi kehadiran 49 delegasi internasional dari 39 negara. Adapun para peserta terdiri atas Grand Imam, Grand Mufti, serta tokoh agama dari berbagai belahan dunia.

Secara keseluruhan, konferensi internasional pertama ini berlangsung pada 25–28 September 2026 dengan mengusung tema Masjid Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace. Akhirnya, para tokoh dunia berkumpul untuk membahas peran masjid, diplomasi keagamaan, perdamaian, hingga potensi ekonomi kemasjidan.(ust)

Berita Terkait

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal
Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru
Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem
Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah
Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata
Pimpin Apel Pegawai, Kakanwil Kemenag Jambi Dorong Kinerja Kolektif dan Akuntabel
Menag Nasaruddin Umar Ungkap Potensi Pesantren Bangun Peradaban Islam Modern
Kemenag Belum Buka CPNS 2026, Waspadai Modus Penipuan Rekrutmen
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata

Berita Terbaru

Ilustrasi: Kiai mengajar kitab fikih klasik tentang istibra dan menjaga nasab kepada para santri di pesantren tradisional.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:53 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat Pembentukan Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:45 WIB