Ekshibisi Tartil Al Qur an Isyarat Meriahkan MTQ Nasional XXXI di Semarang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi.(poto: kemenag).

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi.(poto: kemenag).

Semarang, dorlanhikmah.com – Pengembangan literasi keagamaan inklusif di Indonesia mencatatkan sejarah baru lewat gelaran ekshibisi Tartil Al Qur an Isyarat pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Ajang ini menjadi ruang unjuk bakat sekaligus pembuktian kesetaraan hak keagamaan bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) atau komunitas Tuli.

Pemerintah secara resmi membuka cabang khusus ini untuk menguji kesiapan ekosistem pembelajaran yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir. Kehadiran ruang aktualisasi ini membawa angin segar bagi penikmat literasi Al-Qur’an ramah disabilitas di seluruh pelosok negeri.

Proses Panjang Pembentukan Panduan Standar Al Qur an Isyarat

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, menegaskan bahwa gerakan ini lahir murni dari aspirasi komunitas Tuli sejak tahun 2020. Pemerintah kemudian mengambil peran aktif sebagai fasilitator yang mengumpulkan para akademisi, praktisi bahasa isyarat, serta perwakilan komunitas dari berbagai daerah.

Kolaborasi intensif tersebut akhirnya melahirkan rumusan bacaan bahasa isyarat, panduan pembelajaran, hingga penyusunan Mushaf Al-Qur’an Isyarat Indonesia dalam format cetak maupun digital. Landasan legalitas program ini semakin kuat setelah terbitnya Keputusan Menteri Agama Nomor 889 Tahun 2022.

Baca Juga :  Kemenag Perkuat Standar Penilaian Al-Qur'an dan Sertifikasi Hakim MTQ

Regulasi tersebut secara sah menetapkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat sebagai salah satu varian resmi dari Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia. Penetapan ini memberikan kepastian hukum bagi proses pentashihan, penerbitan, digitalisasi, serta pembelajaran terstruktur bagi umat Islam Tuli.

Langkah ini mempertegas komitmen negara dalam memfasilitasi kebutuhan sarana peribadatan yang mudah di akses oleh seluruh lapisan masyarakat. Pengakuan resmi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan ekosistem tenaga pengajar yang kompeten dan tersebar merata.

Penguatan Ekosistem Pembelajaran dan Pengembangan Cabang MTQ Resmi

Kementerian Agama menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk menggelar program Training of Trainers pengajar Al-Qur’an Isyarat sepanjang 2024 hingga 2025. Pelatihan massal ini menjangkau 71 lokasi di 55 kabupaten serta kota dengan total peserta melampaui 2.200 orang.

Program pelatihan tersebut menghasilkan rekomendasi krusial mengenai pentingnya wadah kompetisi tingkat nasional sebagai sarana evaluasi dan pengikatan prestasi. Rekomendasi inilah yang menjadi cikal bakal penyelenggaraan ekshibisi pada perhelatan MTQ Nasional tahun ini.

Baca Juga :  Aa Gym Tegaskan Akhlak Mulia Lebih Utama dari Jabatan dan Harta dalam Kehidupan

Ajang ekshibisi di Semarang menyedot perhatian dengan keikutsertaan 28 peserta yang mewakili 14 komunitas Tuli Muslim dari sembilan provinsi di Indonesia. Utusan daerah tersebut berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, hingga Jambi.

Pemerintah memanfaatkan ajang ini untuk mengukur kapasitas Dewan Hakim serta efektivitas pola pembinaan Al-Qur’an di tingkat daerah. Penilaian menyeluruh ini akan menjadi bahan pertimbangan utama untuk melangkah ke tahap penyempurnaan sistem perlombaan berikutnya.

Apresiasi tinggi mengalir dari Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas, Deka Kurniawan, yang memuji keterlibatan aktif penyandang disabilitas dalam kegiatan nasional. Deka menilai kesempatan tampil ini merupakan wujud nyata dari konsep partisipasi inklusif yang berkeadilan.

Ia menaruh harapan besar agar cabang ini segera bertransformasi menjadi kategori lomba resmi pada MTQ Nasional mendatang. Selain itu, pembinaan di harapkan tidak hanya berhenti pada teknis membaca, melainkan berlanjut hingga pendalaman pemahaman isi kandungan Al-Qur’an.(ust)

Berita Terkait

Menag Tegaskan Teknologi Harus Melayani Transformasi Digital Madrasah Indonesia
Kemenag Resmi Meluncurkan Logo Hari Santri 2026
Kemenag Kerinci Pacu PMPZI dan e-Monev Keterbukaan Informasi Publik
Gontor Perkuat Filantropi Islam Lewat Izin LAZ Nasional
Kaltim Juara Umum MTQ Nasional 2026 di Semarang
Dua Kakak Beradik Asal Rembang Raih Prestasi MTQ Nasional 2026
Rebut 6 Gelar Dunia, Ini Profil H Syamsuri Firdaus Qari Asal Bima
Syamsuri Firdaus Raih Juara 1 MTQ Nasional 2026 di Semarang
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 07:57 WIB

Menag Tegaskan Teknologi Harus Melayani Transformasi Digital Madrasah Indonesia

Rabu, 23 September 2026 - 07:42 WIB

Kemenag Resmi Meluncurkan Logo Hari Santri 2026

Senin, 21 September 2026 - 15:21 WIB

Kemenag Kerinci Pacu PMPZI dan e-Monev Keterbukaan Informasi Publik

Minggu, 20 September 2026 - 15:44 WIB

Gontor Perkuat Filantropi Islam Lewat Izin LAZ Nasional

Minggu, 20 September 2026 - 15:31 WIB

Kaltim Juara Umum MTQ Nasional 2026 di Semarang

Berita Terbaru

Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama resmi menggelar peluncuran e-SMART KOMITE Kemenag di Jakarta pada Selasa (22/9/2026).(poto: kemenag.go.id).

Teknologi

Kemenag Luncurkan e-SMART KOMITE untuk Madrasah

Rabu, 23 Sep 2026 - 08:29 WIB

Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan logo Hari Santri 2026 beserta rangkaian agenda nasional di Jakarta.(poto: kemenag.go.id).

Berita Islam

Kemenag Resmi Meluncurkan Logo Hari Santri 2026

Rabu, 23 Sep 2026 - 07:42 WIB

Sunnah mengangkat tangan saat Shalat di 4 tempat.(ilustrasi poto: AI)

Fiqih

4 Posisi Mengangkat Tangan Dalam Shalat Sesuai Sunnah

Senin, 21 Sep 2026 - 17:14 WIB

Saat mau sujud, tangan dulu atau lutut dulu.simak penjelasannya.(poto: ilustrasi: istimewa).

Fiqih

Lutut atau Tangan Dulu Saat Sujud? Ini Penjelasan Fiqih

Senin, 21 Sep 2026 - 17:05 WIB