Konsep Sabar Menurut Imam Al-Ghazali dalam Islam

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Imam al-Ghazali mengurai tiga tingkatan sabar dalam pemikiran Islam klasik.(poto: lirboyo.net).

Imam al-Ghazali mengurai tiga tingkatan sabar dalam pemikiran Islam klasik.(poto: lirboyo.net).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Masyarakat sering mendefinisikan sabar secara sempit sebagai sikap pasrah atau diam saat menerima kemalangan. Namun, pemikiran Islam klasik menempatkan konsep sabar dalam islam sebagai sebuah kerja aktif yang berlangsung sangat sistematis.

Rasulullah ﷺ membagi sikap ini ke dalam tiga bagian melalui salah satu riwayatnya.

الصَّبْرُ ثَلَاثَةٌ: صَبْرٌ عَلَى الطَّاعَةِ، وَصَبْرٌ عَلَى الْمُصِيبَةِ، وَصَبْرٌ عَلَى الْمَعْصِيَةِ

“Sabar itu ada tiga: sabar dalam melakukan ketaatan, sabar dalam menghadapi musibah, dan sabar dalam menjauhi kemaksiatan.” (Kitab Tanbih al-Ghafilin, Al-Samarqandi)

Mahakarya Ihya Ulumuddin tulisan Imam Abu Hamid al-Ghazali mengajak pembaca menyelami mekanisme ketiga tingkatan tersebut dalam psikologi seorang hamba.

1. Memahami Keteguhan Diri Saat Menjalankan Ketaatan

Tingkatan pertama mewujud dalam keteguhan menjalankan seluruh perintah Allah. Imam al-Ghazali kemudian membeberkan rahasia psikologis mendalam di balik alasan ketaatan membutuhkan kesabaran.

Para ahli makrifat menyebutkan adanya benih kesombongan tersembunyi di dalam setiap jiwa manusia. Firaun pernah menunjukkan sifat tersebut secara terang-terangan saat memperlihatkan kekuasaan absolutnya.

Manusia modern tanpa sadar sering mempraktikkan sifat merasa jadi tuhan dalam skala kecil. Contohnya terlihat saat seseorang meledak-ledak ketika bawahan atau asisten rumah tangga melakukan sedikit kesalahan.

Baca Juga :  Hukum Pengawetan Jenazah dalam Islam, Kapan Diperbolehkan?

Kemarahan yang melampaui batas menjadi bukti nyata dari terusiknya ego kesombongan. Oleh sebab itu, rasa malas dan kikir membuat nafsu manusia merasa sangat berat untuk tunduk dalam ibadah.

2. Perjuangan Menahan Diri Dari Dorongan Maksiat

Tingkatan kedua menuntut seseorang menahan diri dari segala bentuk perbuatan maksiat. Al-Qur’an merangkum seluruh keburukan tersebut sebagai al-fahsya (keji), al-munkar (kemungkaran), dan al-baghyu (kesewenang-wenangan).

Kebiasaan buruk menjadi tantangan terberat dalam fase penahanan diri ini. Persekutuan antara syahwat dan adat kebiasaan menciptakan kekuatan yang menggempur pasukan iman di dalam dada.

Maksiat lisan seperti ghibah, dusta, debat kusir, hingga memuji diri sendiri menjadi ancaman paling nyata. Sebab, manusia dapat melakukan dosa-dosa lisan tersebut dengan sangat mudah.

Menjatuhkan kehormatan orang lain atau mengkritik para ulama masa lalu sebenarnya menjadi kedok untuk memuji diri sendiri. Tindakan ini memuaskan dua syahwat sekaligus, yakni merendahkan orang lain dan mengangkat ego pribadi.

Baca Juga :  Hikmah Sedekah Terang-Terangan Menurut Imam Al-Ghazali

3. Meraih Puncak Spiritual Saat Menghadapi Musibah

Tingkatan ketiga menuntut kesabaran atas peristiwa tak terduga yang berada di luar kendali manusia. Peristiwa ini meliputi kehilangan kerabat, kerugian harta, hilangnya kesehatan, hingga kerusakan panca indera.

Menghadapi berbagai ujian tersebut dengan sikap rida merupakan salah satu kedudukan spiritual tertinggi. Sahabat Ibnu Abbas RA turut memberikan rincian menarik terkait tingkatan pahala ketiga sabar ini di dalam Al-Qur’an.

Imam al-Ghazali menjelaskan alasan sabar menghadapi musibah menempati derajat paling tinggi melebihi sabar dari maksiat. Secara teori, setiap orang beriman yang berkomitmen masih dapat mengusahakan penahanan diri dari keharaman.

Namun, menjaga hati agar tetap teguh pada detik pertama guncangan musibah membutuhkan jiwa yang sangat kuat. Pencapaian spiritual tanpa persiapan awal ini hanya mampu diraih oleh hamba-hamba pilihan.

Islam klasik menegaskan bahwa sabar bukanlah bentuk sikap pasif yang lemah. Sabar menjadi perisai saat taat, rem saat maksiat menggoda, serta jangkar pelindung saat badai musibah melanda.(ust)

Berita Terkait

13 Rukun Shalat Wajib Lengkap Urutan dan Tata Caranya
Panduan Tata Cara Shalat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah
Panduan Fikih Thaharah dan Jenis Air untuk Bersuci
Panduan Fardhu dan Sunnah Wudhu Lengkap Sesuai Fikih
Panduan Fikih Istinjak Lengkap Menurut Matan Taqrib
Panduan Bacaan Niat Shalat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Dalil
5 Waktu Shalat Wajib dan Dalil Lengkap Pembagian Jamnya
Panduan Batas Waktu Shalat 5 Waktu Sesuai Dalil Shahih
Berita ini 29 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:45 WIB

13 Rukun Shalat Wajib Lengkap Urutan dan Tata Caranya

Minggu, 1 November 2026 - 13:50 WIB

Panduan Tata Cara Shalat Fardhu Lengkap Sesuai Sunnah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Panduan Fikih Thaharah dan Jenis Air untuk Bersuci

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Panduan Fardhu dan Sunnah Wudhu Lengkap Sesuai Fikih

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Panduan Fikih Istinjak Lengkap Menurut Matan Taqrib

Berita Terbaru

Infografis jadwal sholat Kota Sungai Penuh untuk hari Jumat, 6 November 2026, berlatar bangunan masjid Biturrahman Kota Sungai Penuh.(poto: ist).

Berita Islam

Jadwal Sholat Kota Sungai Penuh Hari Ini Jumat 6 November 2026

Jumat, 6 Nov 2026 - 10:08 WIB

Ilmu hadist(ilustrasi poto: ist).

Hadist

Mengenal Istilah Mukharrij dalam Tradisi Ilmu Hadis

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:52 WIB

ilustrasi orang shalat.(poto: ist).

Fiqih

13 Rukun Shalat Wajib Lengkap Urutan dan Tata Caranya

Kamis, 5 Nov 2026 - 16:45 WIB

Ilustrasi Al-Quran.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Al-Qur'an

Makna Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 4

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:22 WIB

Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Fatahuddin, saat memberikan pembinaan kepada mahasiswa dalam Seminar Internasional Pra Nikah.(poto: ist).

Berita Islam

Kemenag Jambi Sebut Angka Nikah Anjlok, Ingatkan Jangan FOMO

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:09 WIB