Jakarta, Dorlanhikmah.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengamankan peluang kolaborasi internasional baru usai lawatan resmi dari Assisi dan Vatikan. Kunjungan kerja ini membuka jalan kemitraan strategis bagi Kementerian Agama serta Masjid Istiqlal dengan berbagai pihak global.
Delegasi dari tiga negara besar, yakni Inggris, Australia, dan Pakistan, secara resmi menyatakan minat bekerja sama. Ketiga negara tersebut ingin mempelajari langsung cara Indonesia mengelola kerukunan umat beragama yang tetap terjaga harmonis.
Nasaruddin Umar menegaskan bahwa dunia internasional kini menempatkan Indonesia sebagai rujukan utama moderasi beragama. Pengalaman bangsa dalam merawat kebinekaan terbukti menarik perhatian para tokoh agama lintas negara di Eropa.
Dua perguruan tinggi di Italia dan Takhta Suci Vatikan turut mengajak Indonesia menjalin kerja sama akademik keagamaan. Salah satu kampus tersebut adalah Pontificio Istituto di Studi Arabi e d’Islamistica yang mengkaji studi Islam dan Arab.
Pertukaran pengetahuan ini memberi manfaat timbal balik bagi kedua negara. Indonesia membagikan praktik toleransi, sementara Vatikan membuka akses ke koleksi literatur Islam klasik yang tersimpan rapi di perpustakaan mereka.
Gagasan Indonesia Jadi Sorotan di Forum Assisi
Gagasan ekoteologi dan diplomasi damai yang Menag sampaikan mendapat sambutan luar biasa dari peserta forum Assisi. Penyelenggara bahkan berencana mengangkat materi pidato delegasi Indonesia tersebut sebagai tema utama pertemuan dunia berikutnya.
Para tokoh dunia meminta penjelasan mendalam mengenai nilai Pancasila yang mampu menyatukan ratusan suku dan agama berbeda. Panitia pun memperpanjang durasi bicara Menag dari semula tujuh menit menjadi tiga puluh menit.
Nasaruddin memaparkan bahwa Pancasila memiliki nilai universal yang relevan untuk mengatasi krisis toleransi global saat ini. Pembahasan lanjutan mengenai berbagai program lintas iman ini dijadwalkan bergulir kembali pada April mendatang.
Menag juga menggelar pertemuan bilateral khusus bersama Menteri Luar Negeri Vatikan guna membahas agenda kemanusiaan. Vatikan mengapresiasi peran nyata umat Muslim Indonesia yang konsisten mempraktikkan ajaran agama yang penuh damai.
Kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk melindungi hak kaum tertindas tanpa melihat perbedaan keyakinan. Kerja sama ini menjadi jembatan diplomasi yang semakin kokoh antara Indonesia dan Vatikan di masa depan.(ar)










Komentar