Pesan Penasihat DWP Kemenag Soal Generasi Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Helmi Nasaruddin Umar.(poto: kemenag).

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Helmi Nasaruddin Umar.(poto: kemenag).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Helmi Nasaruddin Umar memberikan arahan strategis mengenai pentingnya penguatan karakter generasi muda. Pesan Penasihat DWP Kemenag ini disampaikan secara langsung di hadapan para siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) serta SMA di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah Kementerian Agama demi mencegah perkawinan anak dan kenakalan remaja melalui mekanisme edukasi teman sebaya. Program tersebut menempatkan para pelajar pilihan sebagai agen pembawa perubahan positif di lingkungan sekolah masing-masing.

Helmi menegaskan bahwa masa remaja merupakan fase paling krusial dalam pembentukan jati diri, karakter, dan arah masa depan. Pemerintah tidak boleh hanya memandang remaja dari sisi risiko, tetapi harus memfokuskan perhatian pada pengembangan potensi besar mereka.

Menjadi Pribadi Sehat Terampil Serta Siap Memimpin

Pesan pertama menekankan pentingnya pembentukan remaja yang sehat secara fisik, kuat mental, matang spiritual, serta berakhlak mulia. Helmi mengajak para siswa memanfaatkan masa pertumbuhan dengan terus belajar, memperluas pengalaman, membangun kemandirian, dan melatih kepemimpinan.

Baca Juga :  Kemenag Salurkan Rp23,5 Miliar untuk Yatim Disabilitas 1448 H

Ia mengingatkan para pelajar agar fokus menyelesaikan pendidikan, menjaga kesehatan, menguasai literasi digital, dan mengembangkan keterampilan diri. Pergaulan yang merusak, keputusan yang tergesa-gesa, maupun lingkungan tidak mendukung jangan sampai mempersempit masa depan remaja.

Membangun Keluarga Kuat Sebagai Ruang Aman Anak

Pesan kedua menggarisbawahi bahwa remaja yang kuat memerlukan dukungan penuh dari keluarga, sekolah, madrasah, komunitas keagamaan, serta masyarakat. Keluarga wajib menjadi ruang utama yang aman bagi anak untuk berbicara jujur tanpa merasa takut disalahkan atau dipermalukan.

Helmi juga menyoroti pentingnya kualitas komunikasi antara orang tua dan anak di tengah maraknya penggunaan gawai sehari-hari. Waktu makan bersama tanpa gawai bisa menjadi momentum berharga untuk mendiskusikan aktivitas, prestasi, hingga berbagai persoalan anak.

Pihaknya memastikan bahwa layanan keagamaan Kementerian Agama hadir lebih awal sejak usia sekolah, tanpa menunggu remaja siap menikah. Kehadiran layanan ini membantu remaja membangun nilai dasar, mengenali potensi diri, dan menentukan arah perjalanan hidup secara bijak.

Baca Juga :  Kemenag Gandeng ICT Watch Gelar Pelatihan AI Gratis Guru Pesantren

Menjadi Teman Sebaya Yang Membawa Perubahan Positif

Pesan ketiga mengajak peserta pelatihan untuk tampil aktif menjadi Peer Educator yang membagikan pengaruh positif kepada kawan-kawan di sekolah. Helmi mengibaratkan peran pendidik sebaya seperti satu lilin menyala yang siap menerangi lilin-lilin lainnya di sekeliling mereka.

Dalam menjalankan peran ini, remaja di minta menerapkan lima prinsip 5M, yakni Mendengarkan, Mendukung, Membawa informasi yang benar, Menguatkan, serta Merujuk. Prinsip ini mengajarkan remaja cara hadir tanpa menghakimi, memberikan dukungan moral, dan menyebarkan informasi terverifikasi terkait kesehatan maupun perkawinan.

Prinsip Merujuk mengingatkan remaja untuk mengenali batas kemampuan diri saat mendampingi persoalan yang terlampau berat. Jika menghadapi masalah rumit, pendidik sebaya dapat mengarahkan temannya meminta bantuan kepada orang tua, guru konseling, penghulu, maupun penyuluh agama.(ust)

Berita Terkait

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis
Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah
Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng
NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026
Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Status Aset Kripto Merujuk Fatwa MUI
Seleksi Guru Agama Sekolah Rakyat Perketat Uji Baca Kitab Suci
Kemenag Rilis Tiga Langkah Perkuat Ekonomi Umat Rp1.200 Triliun
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Banser Terjun Padamkan Karhutla Kalteng Bermodal Mesin Alkon dan Masker Medis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:39 WIB

Dewan Pers Putuskan Siniar Forum Keadilan TV Langgar Kode Etik dan Mengandung Fitnah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Kolaborasi Kemenag dan PBNU Matangkan Peringatan Hari Santri 2026 Menuju Tebuireng

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:23 WIB

NU Care-LAZISNU Sabet Penghargaan Mitra Terbaik Grand Baznas Awards 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Bantuan Masjid/Mushalla Kemenag 2026 Dibuka: Cek Syarat, Besaran Dana, dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Ilustrasi Khutbah Jumat.(poto: dok.dorlanhikmah.com).

Kultum

Khutbah Jumat: Ajakan Solidaritas Warga Hadapi Karhutla

Sabtu, 17 Okt 2026 - 09:08 WIB

Ilustrasi Laut mati.(poto: istimewa).

Fiqih

Hukum Produk Laut Mati dalam Tinjauan Fikih dan Tafsir

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:29 WIB

An ancient Quran manuscript with Arabic calligraphy and leather binding. The historic Islamic manuscript is displayed open against a black background.

Sejarah

Kisah Keteguhan Ulama Besar Menghadapi Penjara Penguasa

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:21 WIB

Ilustrasi: Seorang pria cemas memeriksa ponselnya saat kehabisan pulsa di sebuah warkop malam hari di pinggir jalan Jakarta.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Utang Pulsa Darurat Menurut Syariat Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:11 WIB

Ilustrasi pentingnya empati, bantuan medis, dan dukungan sosial masyarakat dalam mengatasi krisis kesehatan mental.(poto: AI).

Fiqih

Tragedi Steve dan Sorotan Kesehatan Mental dalam Islam

Sabtu, 17 Okt 2026 - 08:01 WIB