Ditjen Pesantren Kemenag Buka Lomba Santrivision 2026, Dorong Riset dan Teknologi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi santeri sedang mengaji.(poto: istimewa).

ilustrasi santeri sedang mengaji.(poto: istimewa).

Jakarta, dorlanhikmah.com – Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama resmi menggelar Lomba Santrivision 2026 Kemenag untuk mendorong nalar kritis, kreativitas, serta inovasi santri. Langkah strategis ini menjadi ajang ekspresi gagasan santri dalam menyambut hadirnya Ditjen Pesantren sebagai entitas eselon I mandiri di Kemenag.

Ajang bergengsi ini mengusung tema besar “Santri Membaca Zaman: Kebudayaan, Inovasi, dan Narasi Masa Depan Pesantren”. Selain itu, kegiatan ini turut menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said, mengajak seluruh jajaran Kanwil Kemenag hingga pengasuh pesantren untuk menyosialisasikan ajang ini. Pihaknya merancang kompetisi tersebut sebagai wadah eksplorasi santri dalam merespons berbagai dinamika zaman.

Kemenag mengarahkan agar gagasan para peserta tidak berhenti sebagai tugas akademik atau produk kompetisi semata. Panitia memproyeksikan karya santri dapat berkembang menjadi policy brief, produk audio-visual, hingga teknologi tepat guna.

Kategori Lomba dan Persyaratan Pendaftaran Santrivision 2026

Kemenag membuka pendaftaran secara daring mulai 23 September hingga 15 Oktober 2026. Peserta dapat mengirimkan karya dan dokumen pendaftaran melalui alamat surat elektronik resmi panitia di santrivision2026@kemenag.go.id.

Baca Juga :  Kemenag Imbau Katering Pernikahan Segera Urus Sertifikat Halal demi Tingkatkan Kepercayaan Konsumen

Panitia menyediakan tiga kategori utama yang dapat diikuti oleh para santri di seluruh Indonesia. Kategori pertama meliputi naskah, kebijakan, dan komunikasi ilmiah seperti policy brief, artikel ilmiah populer, monograf, serta esai.

Kategori kedua mencakup karya audio-visual, seni visual, dan media digital seperti film pendek, video esai, podcast, animasi, hingga kaligrafi digital. Sementara itu, kategori ketiga berfokus pada inovasi digital serta teknologi tepat guna untuk lingkungan pesantren.

Setiap tim wajib beranggotakan dua hingga tiga santri aktif dari pesantren yang sama serta didampingi satu pembimbing. Selain itu, peserta harus berasal dari pesantren yang memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) dan terdaftar di EMIS.

Baca Juga :  Menag Tegaskan Pentingnya Diplomasi Keagamaan Imam Masjid untuk Perdamaian Dunia

Tahapan Pendampingan Klinik Bimbingan Hingga Penyerahan Rekomendasi

Kasubdit Pendidikan Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menjelaskan bahwa peserta lolos akan mengikuti klinik bimbingan bersama para pakar. Tahapan pendampingan ini menghadirkan periset, praktisi media, serta pengembang teknologi untuk mematangkan karya.

Para finalis nantinya bakal menyampaikan presentasi di hadapan tim penilai lintas disiplin ilmu. Panitia akan mengumumkan pemenang Juara I, II, dan III pada puncak acara Peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Khusus untuk pemenang kategori Policy Brief, Kemenag bakal menghimpun karya mereka ke dalam “Buku Putih Rekomendasi Santri”. Pemerintah akan menyerahkan kumpulan rekomendasi tersebut secara langsung kepada Menteri Agama.

Secara umum, kompetisi ini mengusung delapan fokus tematik utama. Isu-isu tersebut mencakup keadilan iklim, perlindungan anak, kecerdasan buatan (AI), moderasi beragama, kemandirian ekonomi, kesehatan masyarakat, diplomasi kultural, hingga penguatan nilai kepesantrenan.(ust)

Berita Terkait

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal
Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru
Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem
Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah
Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata
Pimpin Apel Pegawai, Kakanwil Kemenag Jambi Dorong Kinerja Kolektif dan Akuntabel
Menag Nasaruddin Umar Ungkap Potensi Pesantren Bangun Peradaban Islam Modern
Kemenag Belum Buka CPNS 2026, Waspadai Modus Penipuan Rekrutmen
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Kemenag Gelar Lomba Video Kreatif Islami Berhadiah Belasan Juta untuk Siswa dan Guru

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Sekjen Kemenag Lantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Minta Perkuat Pemahaman Ekosistem

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Kemenag Kerahkan Kekuatan Penuh Sukseskan Program Prioritas Pemerintah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:51 WIB

Kolaborasi Tiga Kementerian Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata

Berita Terbaru

Ilustrasi: Kiai mengajar kitab fikih klasik tentang istibra dan menjaga nasab kepada para santri di pesantren tradisional.(poto: AI).

Fiqih

Hukum Istibra Matan Taqrib: Aturan Menjaga Nasab

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:53 WIB

Wali Kota Padang, Fadly Amran memimpin rapat Pembentukan Tim Fasilitasi Sertifikasi Keamanan Pangan dan Sertifikasi Halal Kota Padang.(poto: padangkita.com).

Berita Islam

Lindungi Konsumen, Pemko Padang Bentuk Tim Sertifikasi Pangan Halal

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:45 WIB